BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah terus melakukan upaya pencegahan munculnya Kasus Luar Biasa (KLB) terkait penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dan diare di musim pancaroba ini. Bentuk upaya pencegahan ini dengan membangun sinergi Kabupaten dan kota se-Kalimantan Tengah.

"Kita sudah menyurati kabupaten/kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang bisa muncul saat kemarau panjang terjadi. Waspada dan antisipasi dini ini merupakan langkah tepat agar Kalimantan Tengah terhindar dari KLB," ucap Kadinkes Kalteng  Suprastija Budi kepada BorneoNews, Kamis (21/7/2016).

Tak hanya itu, pihaknya juga telah melakukan pertemuan dengan pemegang programnya karwna Dinkes tak ingin terjadi KLB pada penyakit ini.

Dinkes, kata dia, sejauh ini sudah melakukan tindaklanjut terhadap pra KLB. Baik berupa persiapan logisitik dan data yang digunakan untuk kewaspadaan dini. Bahkan tiap puskesmas sudah diinstruksikan mampu membaca situasi terhadap peningkatan penyakit pada musim kemarau ini. Hal itu sebagai upaya awal untuk menekan naiknya kasus penyebaran penyakit secara berlebihan.

"Contohnya saja diare, kalau setiap hari angka kunjungan ke Puskesmas semakin naik khususnya penderita diare, ya pasti terjadi peningkatan terhadap penyakit ini. Sama dengan penyakit lainnya, kalau kunjungan meningkat, artinya ada peningkatan. Dari situ bisa terpantau," pungkasnya.

Jika angka kunjungan puskesmas meningkat gara-gara kedua penyakit ini, maka dapat dilihat daerah mana saja yang paling banyak terkena diare ataupun ISPA. Tentu akan bisa ditindaklanjuti, setidaknya dengan melakukan sosialisasi ke Posyandu untuk penyampaian antisipasi dan perilaku hidup sehat saat kemarau.

"Setiap Puskesmas, sudah disurati agar melakukan langkah-langkah antisipasi terhadap pencegahan penyakit-penyakit tersebut kepada masyarakat. Nantinya petugas yang di lapangan diminta melakukan pengamatan intensif dan kewaspadaan dini," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/m)