BORNEONEWS, Barito Selatan - Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Jawa Tengah mengadakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Barito Selatan (Barsel) Untuk ketiga kalinya dalam tiga tahun berturut-turut
Dosen pendamping UNS atau ketua rombongan mahasiswa, Yudi Rianto mengatakan, ini untuk ketiga kali pihaknya mendapat kesempatan dari Pemkab Barsel menempatkan mahasiswa untuk KKN.
Adapun jumlah mahasiswa yang ikut KKN ini sebanyak 19 orang. Ini berkurang dari jumlah tahun-tahun sebelumnya. Pada 2014 sebanyak 24 orang, 2015 23 orang dan tahun ini 19 orang.
“KKN merupakan pengabdian kepada masyarakat. Mereka mengabdi kepada masyarakat didua desa yakni desa Baru dan Desa Penda Asam kecamatan Dusun Selatan selama satu bulan,” kataYudi Rianto usai penyambutan di aula setda Barsel. Kamis (21/7/2016).
Ia mengungkapkan, maksud dan tujuan KKN ini di antaranya mengembangkan dan menerapkan segala teori dan apapun yang telah diperoleh semasa berada di perguruan tinggi. Selain itu, KKN ini bermanfaat untuk membimbing mahasiswa dan melatih kemampuan interaksi sosial secara langsung mempelajari dan memecahkan permasalahan yang terjadi di kehidupan masyarakat desa.
“Dengan harapan apa yang mereka bisa sumbangkan kepada masyarakat khususnya di barsel ini bisa beraneka ragam. Baik mempelajari maupun menyelesaikan persoalan di masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, program yang dibawa tentunya program fisik dan nonfisik. Tapi yang diutamakan nonfisik seperti di bidang pendidikan, kebersihan, dan teknologi pangan.
Jadi pihaknya akan mencoba gali apa saja potensi yang ada di Barsel ini, khususnya di dua desa tersebut agar bisa diolah untuk menjadi nilai tambah bagi masyarakat.
Di tempat yang sama, Asisten III Setda Barsel Rusman Effendi menceritakan secara singkat tentang kultur dan budaya serta mengenalkan potensi-potensi Barsel kepada para mahasiswa. Ia menjelaskan juga tentang karakter, situasi sosiologis tipikal masyarakatnya.
Ia berharap, mahasiswa peserta KKN bisa membangun semangat masyarakat di desa untuk memajukan desanya.
“Dengan KKN bisa menerapkan ilmu program studi yang didapatkan di Perguruan Tinggi. Sumbangkan pikiran dan tenaga bagi kemajuan desa,” harapnya.
Atas nama pribadi dan Pemkab dirinya berterimakasih kepada UNS yang telah memilih Barsel tempat KKN. Kita berharap mereka nantinya banyak memberikan berbagai pemikiran serta inovasi-inovasi kepada masyarakat, sehingga terbuka pikirannya untuk kemajuan ke depannya. (URIUTU DJAPER/m)








