JAKARTA –
**Borneonews - Banda Aceh**, Lifter asal Jawa Barat, Tsabitha Alfiah Ramadani, mengakui merasakan tingkat kecemasan yang lebih tinggi saat berkompetisi di Pekan Olahraga Nasional (PON) dibandingkan saat bertanding di arena internasional. Pada usia 23 tahun, ia berhasil meraih medali emas di cabang angkat besi kelas 64 kilogram putri dengan total angkatan mencapai 204 kilogram. Penampilan gemilang ini terjadi dalam ajang PON yang berlangsung di GOR Seramoe, Banda Aceh pada hari Jumat. Tsabitha mencetak keunggulan yang signifikan atas pesaingnya, Acchedya Jagaddhita dari Jawa Timur, yang meraih medali perak dengan total angkatan 190 kilogram. Di posisi ketiga terdapat Fannie Wahyu Agnie dari Jambi, yang berhasil mengangkat total 187 kilogram dan membawa pulang medali perunggu. Dalam pernyataannya, Tsabitha menjelaskan, "Sebenarnya, saya merasa lebih gugup bertanding di dalam negeri dibandingkan di luar negeri. Jika di dalam negeri saya tidak berhasil, ada rasa malu karena diharapkan untuk menang. Di luar negeri, meskipun tegang, situasinya berbeda." Ia menambahkan bahwa ada tekanan tambahan ketika bersaing melawan atlet dari daerah, mengingat dukungan yang telah diterima, termasuk dana, akomodasi, dan fasilitas yang lebih memadai. Meski berpengalaman dan telah mengukir berbagai prestasi, Tsabitha mengungkapkan keraguannya untuk tampil maksimal di PON kali ini. "Saya sempat merasa cemas karena melihat teman-teman sudah meraih medali saat saya masih belum bertanding. Selama dua bulan terakhir saya mengalami cedera, dan itu membuat persiapan latihan menjadi tidak ideal. Namun, saya sangat bersyukur bisa meraih medali emas," ucapnya. Selama masa pelatihan untuk PON, Tsabitha mengalami beberapa cedera, terutama di bagian lutut, bahu, dan pinggang. "Banyak cedera yang saya alami. Namun, Alhamdulillah, latihan saya mulai membaik menjelang PON. Memang ada dua bulan terakhir yang tidak optimal, tetapi dua pekan sebelum ajang ini latihan menjadi lebih intensif," jelasnya. Ia menambahkan bahwa persiapan tahun ini tidak seoptimal tahun lalu, ketika kondisi fisiknya jauh lebih bugar. Dengan pencapaian ini, Tsabitha tidak hanya menegaskan kemampuannya sebagai lifter handal, tetapi juga menunjukkan ketahanan mentalnya dalam menghadapi berbagai tantangan di arena kompetisi. ANTARA