BORNEONEWS, Pangkalan Bun -  Puluhan guru non Bahasa Indonesia tingkat SMP/SMA se-Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) digembleng wawasan Bahasa Indonesia diaAula Dinas Pendidikan dan Olahraga Kobar.

"Acara ini digelar selama tiga hari. Harapannya para guru memahami kebijakan Bahasa Indonesia," ujar Koordinator Tim Penyuluh Bahasa Indonesia dari Balai Bahasa Provinsi Kalteng, Haruddin, Kamis (21/7/2016).

Kegiatan yang diikuti 50 guru itu diharapkan bisa meningkatkan kualitas guru non Bahasa Indonesia di bidang Bahasa Indonesia. Di Kalteng ada 13 kabupaten/kota yang mendapatkan pelatihan bahasa, termasuk Kobar.

Haruddin mengatakan, guru merupakan fondasi pembelajaran. Bila penyampaian materi kepada anak didik keliru akan berakibat fatal. Penggunaan bahasa harus efektif dan komunikatif.

"Penyegaran wawasan dan ilmu Bahasa Indonesia sangat penting, terutama bagi guru. Mereka yang melakukan transfer ilmu kepada pelajar. Kita tahu, pelajar tingkat adalah masa pembentukan karakter,” ujar Haruddin.

Ia menambahkan, kompetensi guru di bidang Bahasa Indonesia perlu ditingkatkan di tengah pusaran arus globalisasi dan teknologi informasi yang begitu pesat. Dengan demikian, guru bisa semakin bijak dalam mengajarkan kepada murid SD supaya bisa menempatkan Bahasa Indonesia, bahasa lokal, dan bahasa internasional sesuai kondisi.

"Mereka diajarkan materi teoretis, kemudian dilatih secara praktik. Pelatihan ini diharapkan bisa meningkatkan wawasan guru tentang Bahasa Indonesia," katanya.

Sementara itu Kepala Disdikpora Kabupaten Kobar Aida Lalilawati mengungkapkan, kegiatan penyuluhan tersebut sepenuhnya diprakarsai oleh pihak Balai Bahasa Provinsi Kalteng.

"Kami hanya menyediakan tempat, biaya, tenaga penyuluh dan berbagai keperluan dihandle oleh Balai Bahasa," terang Aida.(UD/m)