JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Calon Gubernur DKI Jakarta, Ridwan Kamil, yang akrab disapa Bang Emil, baru-baru ini menerima rekomendasi dari Badan Musyawarah Betawi (Bamus Betawi) untuk mengembangkan dan melestarikan budaya Betawi. Penyerahan dokumen rekomendasi tersebut dilakukan oleh Ketua Umum Bamus Betawi, Muhammad Rifki, yang dikenal dengan nama Eki Pitung, pada acara Gerakan Membangun Betawi (Gerbang Betawi) yang berlangsung di Kantor Bamus Betawi yang terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Ridwan Kamil menjelaskan bahwa dokumen rekomendasi ini diharapkan dapat memberikan arahan dalam upaya pelestarian budaya Betawi, terutama dalam konteks Jakarta yang terus berkembang menuju kota global. “Hari ini, Bang Eki mewakili dewan adat dari Bamus Betawi, menyerahkan satu dokumen rekomendasi mengenai pelestarian budaya Betawi di Jakarta yang baru,” ujar Ridwan Kamil. Bamus Betawi meyakini bahwa Ridwan Kamil memiliki visi yang jelas dalam membangun Jakarta sebagai kota yang tidak hanya modern tetapi juga kaya akan nilai-nilai kebudayaan. “Jangan sampai dalam proses pencapaian status kota global, kita meninggalkan identitas daerah yang sarat dengan kearifan lokal, yakni budaya Betawi,” tegas Bang Emil. Dalam kesempatan tersebut, Ridwan Kamil juga mengungkapkan pengalamannya selama sepuluh tahun sebagai kepala daerah, meliputi jabatan sebagai Wali Kota Bandung dan Gubernur Jawa Barat. Ia menekankan pentingnya identitas daerah dan pendidikan karakter berbasis budaya. “Insya Allah, kita akan menerapkan ini dalam pendidikan masyarakat, baik di sekolah maupun dalam bentuk ekspresi visual yang mencakup arsitektur dan seni,” paparnya. Bang Emil menambahkan bahwa ia memiliki pengalaman unik dibandingkan dengan calon gubernur lainnya, karena telah memimpin masyarakat di dua wilayah dengan jumlah penduduk yang besar. Ia menyebutkan bahwa pernah mengurus 2,5 juta penduduk di Bandung dan 50 juta penduduk di Provinsi Jawa Barat selama masa pandemi COVID-19. Dia meyakini bahwa pengalaman tersebut memberikan modal yang kuat untuk memimpin Jakarta di masa depan. “Pengalaman sepuluh tahun sebagai kepala daerah memberikan kami pemahaman tentang pentingnya respons cepat terhadap permasalahan masyarakat. Kita harus peduli dan berkeadilan, serta mengelola semua lapisan masyarakat dengan baik,” jelasnya. Bang Emil juga memiliki keinginan agar Jakarta dapat dibangun dengan memperhatikan budaya Betawi, sebagaimana yang dilakukan olehnya di Jawa Barat. Ia menyebutkan bahwa sebelumnya telah menyusun program pendidikan karakter berbasis budaya di berbagai sekolah. “Pemerintah Singapura bahkan telah datang kepada kami untuk mempelajari penerapan pendidikan budaya ke dalam kurikulum dengan baik,” ungkapnya, merujuk pada keberhasilan program yang telah dilaksanakan di Jawa Barat dengan pendekatan budaya Sunda. ANTARA