JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kegiatan silaturahmi yang diadakan oleh Calon Gubernur DKI Jakarta Ridwan Kamil di Badan Musyawarah (Bamus) Betawi, Rawa Bunga, Jatinegara, Jakarta Timur, pada Jumat malam, mengalami insiden keributan yang cukup mencolok. Sekelompok orang yang mengenakan atribut ormas tiba-tiba hadir dan menyampaikan ketidakpuasan mereka terhadap acara yang dihadiri oleh Ridwan Kamil. Mereka merasa bahwa acara dengan tema Gerakan Membangun (Gerbang) Betawi tersebut tidak mencerminkan penghargaan terhadap warga asli Betawi yang tinggal di sekitar lokasi Bamus Betawi. Salah seorang peserta yang meluapkan emosinya mengatakan, “Saya mendukung acara ini, namun mengapa masyarakat sekitar tidak dihargai. Kami sudah lama tinggal di sini.” Pernyataan tersebut menggambarkan kekecewaan warga lokal terhadap situasi yang terjadi. Ketua Forum Betawi Rempug (FBR) Rawa Bunga, Abah Latief, menjelaskan bahwa insiden tersebut merupakan akibat dari kesalahpahaman komunikasi antara panitia acara dengan masyarakat setempat. Dia menegaskan bahwa situasi telah berakhir dengan damai dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. “Kami memang mendukung Ridwan Kamil, tetapi kami merasa tidak dilibatkan dalam acara ini. Ini hanya kesalahpahaman saja, dan semua sudah berdamai,” ucap Abah Latief. Sementara itu, Ketua Umum Bamus Betawi, Muhammad Rifki alias Eki Pitung, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan dialog dan mediasi dengan FBR. Eki menambahkan bahwa, “Sebenarnya bukan karena kurangnya koordinasi. Kami sudah menganggap satu sama lain seperti keluarga. Setelah saling membuka permasalahan, akhirnya ditemukan titik temu, dan kami langsung saling memaafkan.” Dari peristiwa ini, dapat diambil pelajaran tentang pentingnya komunikasi yang baik antara berbagai pihak dalam sebuah acara. Hal ini untuk memastikan bahwa semua pihak merasa dihargai dan terlibat dalam setiap kegiatan yang berlangsung di lingkungan mereka. ANTARA