BORNEONEWS, Palangka Raya - Demi mematahkan stigma negatif soal pohon kelapa sawit dan minyak sawit, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS terus melaksanakan berbagai sosialisasi. Salah satunya dengan dilaksanakannya talkshow yang merupakan rangkaian dari gelaran Terhubung Bersama Sawit di Alun-alun Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten.
"Minyak sawit sering dituding sebagai pemicu kolesterol, penyebab obesitas, dan berbagai gangguan kesehatan lainnya," kata Ketua Umum Masyarakat Perkelapasawitan Indonesia atau Maksi, Darmono Taniwiryo dalam rilis BPDPKS pada Sabtu, 7 September 2024.
Sementara itu, lanjutnya, perkebunan sawit juga dituduh jadi penyebab deforestasi, kerusakan lingkungan, kekeringan, dan sebagainya.
"Padahal bukan minyaknya yang membuat kolesterol dan kegemukan, tapi karena makanan apa pun kalau digoreng menggunakan minyak sawit rasanya jadi lebih enak sehingga orang kalau makan, tidak cukup satu," tutur Darmono lagi.
Menurut Darmono, banyak hal positif dari sawit yang belum banyak diketahui masyarakat.
--page
"Karena itulah kami dari Maksi bersama BPDPKS yang didirikan oleh Kementerian Keuangan, terus mempromosikan berbagai hal positif dari minyak sawit, termasuk manfaat dan kandungan yang ada di kelapa sawit," jelasnya.
Dalam talkshow bertajuk "Kenali Kelapa Sawit Lebih Dekat" tersebut, Darmono juga mengenalkan salah satu produk turunan dari kelapa sawit, yaitu minyak sawit merah yang dapat membantu mencegah terjadinya stunting.
"Minyak sawit merah ini merupakan salah satu turunan produk kelapa sawit yang menyehatkan. Ditunjukkan dengan warnanya yang merah, yakni warna beta karoten atau provitamin A. Jumlah kandungan beta karotennya puluhan kali lebih banyak dari wortel," tutur Darmono menjelaskan.
Tingginya kandungan beta karoten, provitamin A dan vitamin D pada minyak sawit merah membuatnya jika dikonsumsi dengan takaran yang tepat akan mampu mencegah terjadinya stunting.
Para peserta talkshow yang kebanyakan ibu-ibu, terlihat antusias menyimak penjelasan Darmono yang memberi pengetahuan baru bagi mereka terkait kelapa sawit ini. Minyak sawit merah, lebih jauh Darmono menjelaskan, bisa digunakan untuk makanan pendamping ASI atau MPASI.
"Mudah sekali cara menggunakannya, seperti virgin coconut oil atau digunakan seperti salad dressing," tuturnya lagi.
--page
Kandungan yang terdapat di dalam minyak sawit merah itu sensitif terhadap panas, mudah terbakar saat terpapar panas.
"Jadi cara konsumsinya harus tepat. Salah satunya harus dicari
cara memasak yang paparannya tidak terlalu tinggi atau sebentar," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/j)









