**Borneonews - Medan**, Pelaku sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berfokus pada kuliner oleh-oleh khas Bika Ambon di Medan saat ini tengah menantikan kesempatan rezeki yang ditawarkan oleh pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di daerah Sumatera Utara dan Aceh. Event berskala nasional ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada penjualan produk-produk unik dari Medan, khususnya Bika Ambon.
Hajjah Lia, pemilik usaha Bika Ambon Hajjah Lia, mengungkapkan harapannya agar para atlet dan peserta dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia yang berpartisipasi dalam PON XXI, senantiasa membeli oleh-oleh Bika Ambon dan produk lokal lainnya. "Semoga peserta PON XXI berbelanja oleh-oleh Bika Ambon dan lainnya," ungkapnya ketika diwawancarai.
Lia menjelaskan bahwa keberadaan UMKM oleh-oleh di Medan, termasuk dalam hal ini Bika Ambon, sangat bergantung pada momen-momen penting yang mampu mendatangkan banyak pengunjung. Dengan adanya ribuan peserta dari berbagai daerah, ia yakin usaha yang dijalankannya bersama pelaku UMKM lainnya bisa meraih "panen rezeki".
Namun, sampai saat ini, ia mencatat bahwa lonjakan pesanan Bika Ambon belum menunjukkan peningkatan yang signifikan, mengingat pertandingan PON baru akan berakhir pada 19 September 2024. Meskipun demikian, ia tetap optimis dan bersiap untuk melayani pembeli yang datang selama event olahraga berlangsung. "Kami siap melayani pembeli dari pagelaran PON. Yang pasti, Bika Ambon Medan masih tetap menjadi idola bagi wisatawan yang berkunjung ke Medan," tambahnya.
Sejarah Bika Ambon sendiri telah terkenal sebagai salah satu makanan oleh-oleh yang ikonik dari Medan. Meskipun persaingan di industri kuliner oleh-oleh semakin meningkat dengan munculnya produk-produk baru yang khas dari Medan, Bika Ambon tetap menjadi pilihan utama bagi banyak wisatawan. "Meski ada saingan, pengusaha masih mempertahankan Bika Ambon untuk dijual sebagai oleh-oleh," jelas Lia.
Ia juga bercerita tentang perjalanan usahanya yang telah dimulai sejak tahun 2003 di Jalan Mojopahit, Medan, yang kini dikenal sebagai pusat penjualan oleh-oleh Bika Ambon. Sebelum pandemi COVID-19, Lia mampu menjual hingga 1.000 kotak Bika Ambon setiap hari pada momen-momen tertentu seperti Idul Fitri, Natal, Tahun Baru, dan Imlek. Dia berharap pengulangan tren positif ini dapat tercapai selama penyelenggaraan PON XXI.
"Harapannya, perhelatan PON XXI mendorong penjualan Bika Ambon melonjak," tuturnya. Saat ini, Bika Ambon ditawarkan dengan harga Rp85.000 per kotak, dengan variasi rasa yang meliputi original, pandan, durian, dan keju. Selain menerima pesanan secara langsung, usaha Bika Ambon Hajjah Lia juga telah memanfaatkan layanan pemesanan secara daring guna menjangkau lebih banyak pelanggan.
ANTARA
Pelaku UMKM Medan Siap Manfaatkan Peluang dari PON XXI
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Rachel/Febi Gagal ke Final French Open
Lewis Hamilton Tercepat dalam Sesi Latihan Bebas GP Amerika Serikat
Timnas Indonesia U15 Menang Telak atas Fiji, Hariri dan Dicky Dua Gol
Leo/Daniel Kandas di Semifinal French Open
Polres Barito Timur Kerahkan 38 Personel Padamkan Karhutla di Murutuwu
Veda Ega Sebut Tugasnya Belum Usai Setelah Berada di Pole Position
Komentar (0)
Memuat komentar…







