PONTIANAK –
**Borneonews - Pontianak**, Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara telah mengadakan pelatihan jurnalistik untuk Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) yang berasal dari berbagai universitas di Kalimantan Barat (Kalbar). Pelatihan ini mengedepankan teknik dasar penulisan berita sesuai dengan standar yang diterapkan oleh kantor berita. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 60 anggota Lembaga Pers Mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kalimantan Barat, di antaranya Universitas Tanjungpura, Universitas Panca Bhakti, Politeknik Sambas, dan beberapa LPM lainnya. Pelatihan berlangsung di Universitas Muhammadiyah Pontianak pada hari Sabtu, 7 September 2024. Kepala Biro LKBN Antara Kalbar, Helti Marini Sipayung, menyampaikan hal ini pada saat acara berlangsung. Helti Marini menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) LKBN Antara, yang berfokus pada kontribusi di bidang pendidikan. "Melalui kegiatan ini, kami bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan menulis berita yang sesuai dengan standard yang berlaku di kantor berita," tambah Helti. Ia juga menambahkan bahwa pelatihan serupa telah dilaksanakan sebelumnya di kota-kota seperti Solo dan Jakarta. Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi yang komprehensif mengenai dasar-dasar jurnalistik. Materi tersebut meliputi proses riset, *brainstorming* ide untuk liputan, hingga teknik penulisan berita yang mematuhi kaidah dan etika jurnalistik. Para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan keterampilan menulis berita dan melakukan bedah karya untuk meningkatkan kemampuan mereka. Helti Marini Sipayung menyampaikan apresiasi kepada Universitas Muhammadiyah Pontianak yang telah bersedia menjadi tuan rumah bagi pelatihan tersebut. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara LKBN Antara dan Lembaga Pers Mahasiswa dalam menciptakan platform untuk kaderisasi jurnalis muda di Kalbar. "Kami terbuka untuk diskusi lebih lanjut atau penyelenggaraan pelatihan lanjutan bersama LPM di berbagai kampus. LPM dapat menjadi jalan bagi mahasiswa untuk bergabung sebagai jurnalis di Antara." ungkapnya. Marini berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan dan mengembangkan semangat berkarya di bidang jurnalistik di kalangan mahasiswa di Pontianak dan sekitarnya. Sementara itu, Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Pontianak, Eko Dewantoro, memberikan sambutan positif terhadap inisiatif yang diambil oleh LKBN Antara dalam penyelenggaraan pelatihan jurnalistik ini. Ia berharap agar mahasiswa yang berpartisipasi memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan keterampilan mereka di dunia jurnalistik. "Menjadi seorang jurnalis tidak diharuskan memiliki latar belakang pendidikan tertentu. Profesi ini terbuka bagi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Saya berharap semua peserta mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh sehingga dapat menghasilkan tulisan berita yang baik dan menjadi jurnalis yang berkualitas," ujar Eko. Acara ini juga diakhiri dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara LKBN Antara dan Universitas Muhammadiyah Pontianak. Penandatanganan ini merupakan simbol komitmen kedua pihak untuk memajukan dunia jurnalistik serta pendidikan di Kalimantan Barat. Pelatihan ini diikuti dengan antusias oleh peserta dari berbagai kampus di Kalbar. Para peserta mendapatkan bukan hanya teori jurnalistik, tetapi juga praktik penulisan berita langsung di bawah bimbingan tim LKBN Antara. Sesi diakhiri dengan bedah karya untuk mengevaluasi hasil penulisan berita yang telah dibuat oleh para peserta. ANTARA