SURABAYA –
**Borneonews - Lamongan,** Pemerintah Kabupaten Lamongan mengungkapkan bahwa harga jual serta luas area penanaman tembakau mengalami peningkatan yang signifikan pada tahun 2024. Hal ini menunjukkan potensi ekonomi yang cukup baik dari sektor pertanian khususnya tembakau di daerah tersebut. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lamongan, Mohammad Wahyudi, menyatakan bahwa mulai awal Agustus 2024 telah ada lonjakan harga tembakau yang diikuti dengan peningkatan luas tanam. Dalam penjelasannya, Wahyudi menyebutkan bahwa pada saat panen petik pertama, harga tembakau berkisar antara Rp20.000 hingga Rp40.000 per kilogram untuk jenis rajangan. Untuk petik keempat, harga tembakau bisa mencapai Rp54.000 per kilogram rajangan. Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa terdapat perubahan harga yang signifikan antara panen petik pertama hingga keempat dibandingkan dengan tahun lalu, di mana harga rata-rata pada petik pertama tahun lalu hanya sekitar Rp35.000 per kilogram rajangan. Namun, Wahyudi menekankan bahwa belum ada kepastian mengenai persentase kenaikan harga secara keseluruhan karena proses panen masih berlangsung. Kenaikan harga jual tembakau ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan para petani di Kabupaten Lamongan. Selain itu, luas penanaman tembakau pada tahun 2024 juga meningkat menjadi 9.638 hektar, jauh lebih besar dibandingkan luas tanam pada tahun 2023 yang hanya mencapai 8.337 hektar. Peningkatan luas area penanaman tembakau ini didukung oleh beberapa faktor, antara lain kondisi iklim yang mendukung pertanaman, harga komoditas yang kompetitif, serta adanya peralihan dari penanaman komoditas lain seperti padi atau tanaman palawija ke tembakau. Wilayah potensi tembakau di Kabupaten Lamongan mencakup delapan kecamatan, yaitu Sukorame, Bluluk, Sambeng, Ngimbang, Mantup, Modo, Kedungpring, dan Sugio. Di daerah-daerah tersebut, para petani umumnya menanam varietas tembakau Jawa dan Virginia. Untuk mendukung para petani tembakau, Pemerintah Kabupaten Lamongan telah meluncurkan program asuransi yang ditujukan kepada 14.304 petani tembakau. Fasilitas ini bertujuan untuk menjamin keberlangsungan usaha tani mereka, mengingat bahwa tembakau adalah salah satu potensi pertanian yang sangat penting bagi Kabupaten Lamongan. ANTARA