**Borneonews - Surabaya**, Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama, Khofifah Indar Parawansa, mengungkapkan keyakinannya bahwa Fatayat NU di Jawa Timur dapat meraih kesuksesan meskipun dihadapkan pada perkembangan dan tantangan global yang cukup kompleks.
Dalam sebuah acara yang berlangsung di Surabaya baru-baru ini, Khofifah mengajak para anggota untuk menjadi *game changer* yang dapat memberikan inspirasi, berinovasi, serta selalu membangun kolaborasi dan sinergi. Ia percaya bahwa dengan pendekatan ini, Fatayat NU akan mampu menghadapi berbagai tantangan yang ada.
Khofifah menekankan pentingnya hubungan antara Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dan Muslimat, di mana Fatayat berperan sebagai jembatan penghubung. Ia berharap agar anggota Fatayat dapat mendorong berbagai inovasi dan kreativitas untuk mengatasi berbagai hambatan dalam kegiatan mereka.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Khofifah mendorong pembentukan tim yang solid yang ia sebut sebagai *super team*. Di masa depan yang sarat dengan tantangan dan ketidakpastian, memiliki tim yang kuat akan menjadi kunci untuk meraih kemenangan dan kesuksesan.
"Keberhasilan tidak dapat dicapai melalui kerja individu. Sinergi dan kolaborasi antar individu, organisasi, serta lembaga adalah faktor penentu utama dalam mencapai keberhasilan," terang Khofifah.
Lebih lanjut, Khofifah berharap setiap anggota Fatayat NU dapat mengembangkan jiwa kepemimpinan yang lebih. Ia menjelaskan bahwa kepemimpinan yang diharapkan bukan sekadar pemimpin biasa, melainkan pemimpin yang mampu memberikan solusi dalam situasi yang sulit. Istilah yang digunakannya adalah *enabler leader*, yang merujuk pada pemimpin yang selalu memiliki cara untuk mencari solusi di tengah kesulitan yang dihadapi.
Dengan sikap sebagai *enabler leader*, Khofifah optimis bahwa para anggota Fatayat NU akan dapat menemukan berbagai kesempatan yang muncul dalam berbagai tantangan. Ia menekankan bahwa karakter pemimpin yang mampu menjadi *enabler* akan membuka jalan bagi mereka untuk bergerak memberikan solusi, tidak hanya dalam internal Fatayat saja, tetapi juga dalam layanan-layanan yang ada di lingkungan Fatayat NU.
Melalui seruan ini, Khofifah berharap agar semua anggota Fatayat NU dapat terus berinovasi dan berkolaborasi, agar keberadaan mereka dapat memberikan dampak positif yang lebih besar di masyarakat.
ANTARA
Khofifah Dorong Fatayat NU Jatim Jadi Pemimpin Solutif dan Kolaboratif
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pelajar SMA Palangka Raya Raih Medali Emas Kompetisi Riset Internasional
SMAN 3 Kasongan Terima Dua Interactive Panel Display dan Starlink
Kholidin/Noviera Raih Perak para Panahan Asian Para Games 2026
Petani Tradisional Dituding Sebabkan Karhutla, Akademisi Ilmu Pertanian Angkat Suara
Puluhan Sekolah di Palangka Raya Masih Dipimpin Plt, Pengisian Definitif Ikuti Aturan
Kapolres Gumas Tanam 50 Bibit Pucuk Merah di Lahan Bekas Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







