**Borneonews - Banda Aceh**, Lifter asal Banten, Rizki Juniansyah, menyatakan bahwa keikutsertaannya dalam Pekan Olimpiade Nasional (PON) Aceh-Sumatera Utara 2024 bertujuan untuk memberikan dorongan kepada rekan-rekan atlet angkat besi lainnya. Ia berharap dapat menginspirasi mereka untuk meraih prestasi yang lebih baik.
Rizki, yang meraih medali emas pada ajang Olimpiade Paris 2028 mendatang, baru saja mencatat prestasi gemilang dengan mengantongi medali emas dalam kategori angkat besi kelas 89 kilogram. Penampilannya dalam pertandingan di GOR Seramoe, Banda Aceh, pada hari Sabtu, menunjukkan total angkatan sebesar 360 kilogram, yang terdiri dari 160 kilogram untuk *snatch* dan 200 kilogram untuk *clean and jerk*.
Dalam wawancaranya, Rizki menyampaikan, "Kehadiran saya di PON ini adalah untuk memotivasi teman-teman saya, baik yang bertanding bersama saya maupun yang tidak. Ini merupakan kejuaraan terbesar di Indonesia, tidak jauh berbeda dengan Olimpiade di tingkat dunia. Saya berharap ke depan, para atlet bisa lebih semangat lagi."
Ia menerangkan harapannya agar tidak hanya ada Rizki saat ini, tetapi juga muncul Rizki-Rizki lain di masa depan yang dapat mengikuti jejaknya. "Saya juga berharap di Olimpiade 2028 nanti, lebih banyak atlet yang berhasil lolos dan tampil," ujarnya.
Rizki menjelaskan bahwa peralihan kelasnya ke 89 kilogram didasarkan pada dua alasan: mendukung kakak iparnya, Triyatno, untuk mendapatkan medali di kelas 81 kilogram putra serta mempertimbangkan aspek teknis lainnya. "Saya sebenarnya bisa bertanding di kelas mana saja, tetapi di PON ini saya memilih untuk lebih hati-hati. Setelah kembali dari Olimpiade, di kelas 73 kilogram, banyak pengurangan berat badan yang harus dilakukan yang bisa mempengaruhi stamina dan membuat saya merasa lelah," katanya.
Ia menambahkan, "Sejak pulang dari Olimpiade, saya sudah bertanding tiga kali di kelas 73 kilogram. Saya merasakan kelelahan karena tidak memiliki waktu istirahat yang cukup. Banyak undangan dan konferensi pers yang harus saya hadiri, termasuk acara-acara resmi yang mempertemukan saya dengan presiden."
Rizki merasa pencapaian medali emas dalam PON kali ini semakin berarti, mengingat kekasihnya, Juliana Klarisa yang berasal dari Jambi, juga berhasil meraih medali emas dalam kelas 55 kilogram putri dua hari sebelumnya.
Atlet berusia 26 tahun ini menjelaskan bahwa ia memiliki rencana khusus bersama Klarisa setelah kesuksesan mereka mendapatkan medali emas, meskipun ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai rencananya. "Insya Allah, kami akan membuat lembaran baru bersama. Dengan medali emas yang kami raih, saya berharap bisa membangun kehidupan baru, tetapi itu mungkin bukan saat ini. Kami ingin memotivasi satu sama lain dengan semangat yang kami miliki," tutup Rizki.
ANTARA
Rizki Juniansyah Ingin Motivasi Atlet di PON Aceh-Sumut 2024
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Realisasi KUR Tembus Rp260 Triliun hingga Oktober 2026
Pertamina Larang Pembelian Pertalite Berulang untuk Dijual Kembali
Aston Martin Gunakan Livery Spesial di GP Amerika Serikat
BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun di Tengah Gejolak Pasar Modal
Bank Mandiri Beri Nilai Tambah ke Pemegang Saham Lewat Dividen-Buyback
Klinik Bersalin di Palangka Raya Bisa Terbitkan KIA hingga Perubahan KK untuk Anak Baru Lahir
Komentar (0)
Memuat komentar…







