JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Vitamin D berperan penting dalam mencegah timbulnya alergi berulang pada anak. Menurut dr. Yoga Yandika Sp.A, seorang dokter spesialis anak yang merupakan lulusan Universitas Padjadjaran Bandung, pemberian vitamin D yang dilakukan secara rutin setiap hari dapat membantu menjaga kesehatan saluran pernapasan anak. Dalam sebuah gelar wicara yang diadakan oleh Kalbe Prove D3, Yoga menjelaskan bahwa vitamin D berpotensi untuk mengurangi frekuensi kejadian alergi. "Anak yang sering batuk pilek mungkin mengalami alergi, dan salah satu solusi yang bisa diberikan adalah vitamin D. Dengan demikian, pertahanan saluran pernapasan anak menjadi lebih kuat, sehingga risiko terjadinya alergi dapat berkurang," terang Yoga. Beliau menambahkan, bagi anak-anak yang sering mengalami gangguan alergi berulang, seperti ruam kulit dan batuk pilek, disarankan untuk memeriksa kadar vitamin D dalam darah mereka. Jika kadar vitamin D terdeteksi rendah, pemberian vitamin D dengan dosis yang tepat dapat menurunkan reaksi alergi, sehingga pertumbuhan dan perkembangan anak tidak terganggu. Lebih lanjut, Yoga menjelaskan bahwa reaksi alergi dapat menguras energi anak untuk melawan alergen, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi pertumbuhan berat badan anak. "Akibatnya, meskipun anak makan banyak, berat badan mereka tidak bertambah," ungkapnya. Dengan mencukupi kebutuhan vitamin D, diharapkan anak dapat tumbuh dengan berat badan yang ideal. Yoga juga mengungkapkan bahwa peradangan minimal akibat alergi bisa terjadi di saluran pencernaan. Hal ini berdampak pada rendahnya penyerapan makanan, sehingga membuat anak tampak menyantap banyak makanan namun berat badannya tidak meningkat. Untuk itu, evaluasi vitamin D menjadi penting untuk pertumbuhan anak yang sehat. Dijelaskan lebih lanjut, kadar vitamin D yang dianggap normal untuk anak dan dewasa adalah antara 30-100 *iu*, sedangkan kategori insufisiensi berada di angka 20-30 nano per mililiter (ng/mL). Sementara itu, defisiensi vitamin D terjadi jika kadar berada di bawah 20 ng/mL. Untuk memenuhi kebutuhan vitamin D, anak dapat terpapar sinar matahari pada rentang waktu antara pukul 11.00 hingga 13.00. Namun, Yoga mencatat bahwa hanya dengan berjemur saja tidak akan mencukupi kebutuhan vitamin D secara optimal. Oleh karena itu, suplementasi tambahan dalam bentuk sirup, tetes, atau tablet diperlukan, tergantung pada kondisi kesehatan anak dan kadar vitamin D dalam darah. Bagi anak berusia 0-1 tahun dengan kadar vitamin D yang normal, Yoga merekomendasikan untuk mengonsumsi vitamin D sebanyak 400 *iu* sehari. Sedangkan untuk anak di atas usia 1 tahun, dosis yang dianjurkan dapat ditingkatkan menjadi 600 *iu* per hari. "Untuk dosis maintenance, sebanyak 600 *iu* sudah cukup. Jika anak mengalami defisiensi vitamin D di usia 0-1 tahun, berikan 2000 *iu*, sedangkan untuk anak di atas 1 tahun bisa diberikan 4000 *iu* setiap hari pada pagi hari, karena waktu tersebut lebih efektif untuk penyerapan. Pemberian di malam hari bisa mengganggu siklus tidur anak," pungkasnya. ANTARA