BORNEONEWS, Palangka Raya - Meningkatnya kasus pencurian dan perampokan di Kota Palangka Raya menjadi perhatian serius berbagai pihak. Praktisi Hukum, Suriansyah Halim, mengungkapkan bahwa kemiskinan dan ketimpangan menjadi faktor utama yang mendorong terjadinya tindak kriminal ini.
"Banyak orang yang terpaksa atau sengaja melakukan pencurian untuk memenuhi kebutuhan pokok akibat kondisi ekonomi yang sulit," ujarnya, Sabtu, 7 September 2024.
Selain itu, ketidaksetaraan sosial dan ekonomi juga menjadi pemicu. Ketimpangan yang mencolok dapat menimbulkan frustasi dan ketidakpuasan, yang pada akhirnya memicu tindakan kriminal.
Kurangnya pendidikan dan peluang kerja yang layak juga menjadi penyebab. Pengangguran dan minimnya pendidikan membatasi seseorang untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, sehingga mereka terdorong melakukan tindakan kriminal.
Suriansyah juga menyampaikan bahwa para pelaku pencurian dan perampokan didominasi oleh orang yang berasal dari luar daerah, yang menganggap Kalteng sebagai wilayah yang aman.
--page
"Kurangnya pengawasan dan rasa aman di lingkungan sekitar membuat para pelaku merasa leluasa untuk melakukan aksinya," tegasnya.
Suriansyah Halim menekankan pentingnya upaya pencegahan kejahatan secara bersama-sama. Ia mengimbau pihak kepolisian dan masyarakat untuk meningkatkan keamanan lingkungan, seperti pemasangan CCTV di area rawan, peningkatan patroli rutin, dan edukasi masyarakat tentang kewaspadaan.
"Penegakan hukum yang tegas dan adil bagi para pelaku juga penting untuk memberikan efek jera," pungkasnya. (PATHUR/Y)









