BANTEN –
**Borneonews - Serang**, Pemerintah Provinsi Banten melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Provinsi Banten berpartisipasi dalam Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) ke XXX yang diselenggarakan di Kalimantan Timur pada tahun 2024. Dalam pawai taaruf kafilah, mereka menampilkan *Leuit Badui*, yang merupakan simbol budaya dan potensi pariwisata Banten. Ketua Umum LPTQ Provinsi Banten, Virgojanti, menjelaskan bahwa kehadiran *Leuit Badui* dalam pawai ini bertujuan untuk mempromosikan daerah wisata kepada masyarakat setempat di Kalimantan Timur. "Kami ingin memanfaatkan ajang bergengsi MTQ Nasional XXX Kaltim ini sebagai sarana untuk mempromosikan Provinsi Banten. Jadi, ini bukan hanya tentang mengikuti lomba, tetapi juga tentang menunjukkan potensi yang ada di daerah kami, mengingat acara ini dihadiri oleh seluruh provinsi di Indonesia," tutur Virgo. Virgojanti menambahkan bahwa pawai Ta'aruf yang dilakukan oleh Kafilah Provinsi Banten memilih untuk menampilkan *Leuit Badui* sebagai simbol ketahanan pangan dan sebagai lambang kemakmuran masyarakat Banten. Selain itu, mereka juga menampilkan Mushaf Quran dan gambar Masjid Agung Banten dengan tema "Banten Religi, Banten Berbudaya." Virgojanti berharap bahwa melalui pawai taaruf tersebut, masyarakat yang menyaksikan dapat tertarik untuk mengunjungi Provinsi Banten. "Semoga penampilan Kafilah Provinsi Banten dapat memperkenalkan daerah kami secara nasional dan memberikan informasi tentang potensi yang dimiliki, sehingga masyarakat dapat mengetahui lebih banyak tentang Banten melalui MTQN XXX Kaltim," ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, Virgojanti juga mewakili Kafilah Provinsi Banten memberikan cindera mata kepada LPTQ Kalimantan Timur berupa Menara Mercusuar Titik Nol, Mushaf Quran Al Bantani, serta produk souvenir unggulan yang dihasilkan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asli Banten. "Kami juga menyajikan Menara Mercusuar Cikoneng yang merupakan titik Nol Jalan Raya Anyer-Panarukan, dan produk-produk lainnya untuk memperkenalkan kebudayaan Banten," tutupnya. Pawai taaruf dimulai dari Jalan Kusuma Bangsa, melintasi Jalan Agus Salim, beralih ke Jalan KH. Abdurrasyid, dan berakhir di Panggung Kehormatan yang terletak di Jalan Gajah Mada, depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur di kota Samarinda. ANTARA