BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebanyak 40 penerangan Jalan mmum (PJU) menggunakan tenaga surya yang terpasang di sejumlah tikungan tajam Desa Runtu, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) raib diembat orang tidak bertanggung jawab.
Padahal, PJU tersebut mempunyai fungsi vital bagi penerangan masyarakat yang mengendarai kendaraan roda dua dan empat pada malam hari. Saat ini hanya tersisa delapan PJU yang berada di permukiman penduduk. Sementara sisanya, terutama yang berada jauh dari permukiman, hilang menyisakan tiang-tiang besi tanpa komponen.
Menurut warga Desa Runtu, Rahman puluhan penerangan yang berada di tikungan jumlahnya bervariasi. Untuk PJU yang berada di tikungan padat penduduk ada delapan yang terpasang. Sementara yang berada jauh dari pemukiman hanya berkisar tiga hingga empat PJU.
"PJU tenaga surya ini terpasang dari muara jalan simpang Runtu hingga perbatasan Kobar-Lamandau, lihat saja tiang-tiangnya bertumbangan sementara komponen dalamnya sudah diambil," keluh Rahman, di Desa Runtu, Kamis (21/7/2016).
Lanjut Rahman, modus yang digunakan pelaku dalam melakukan aksinya yakni dengan melepas baut pondasi tiang dan ditarik menggunakan mobil jenis pikap. Kemudian komponen dalamnya seperti dua sel surya, akumulator, sweat dan lampu diambil.
Sementara itu ditempat yang sama, Sekretaris Desa Runtu, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Gusti Jamhari membenarkan, puluhan lampu tenaga surya di desanya raib diembat pencuri. Bahkan pihaknya sudah menangkap enam pelaku dan sudah menyerahkan ke Polsek Arsel melalui Babinkamtibmas.
Berdasarkan keteranga,n para pelaku puluhan komponen PJU tersebut dijual secara terpisah. "Harga satu unit hingga Rp20 juta. Kalau komponen tersebut seperti akumulator dijual terpisah satu juta perkomponen masih laku, anggap saja full set lima juta," beber Jamhari di Kantor Desa Runtu.
Jamhari juga menyesalkan terkait pemasangan PJU oleh provinsi yang terlebih dahulu tidak melakukan koordinasi dengan pihak desa sehingga langkah antisipasi terhadap para pelaku vandalisme bisa diminimalisir.
"Mereka tidak koordinasi. Kalau koordinasi kan enak kami juga mengetahui di mana saja titik-titik PJU terpasang, kalau seperti ini kan repot," kata dia.
Pantauan Borneonews di sejumlah tiungan yang jauh dari permukiman arah Kabupaten Lamandau, PJU tenaga surya tersebut hanya tersisa tiang-tiang yang dibiarkan tumbang dan tergeletak di tepi jalan. Sangat disayangkan PJU itu yang sejatinya merupakan akses penerangan jalan di vandalisme untuk kepentingan pribadi. (KOKO SULISTYO/m)








