BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjarmasin**, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) akan mengirimkan enam atlet bulu tangkis untuk berpartisipasi dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI. Acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada 8 hingga 19 September 2024 di Gedung PBSI Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) di Medan, Sumatera Utara. Dalam sebuah pernyataan yang diberikan di Banjarmasin, Manajer Kontingen Bulu Tangkis PON Kalsel, Boby Rusmadi, mengungkapkan bahwa enam atlet yang terpilih akan bertanding dalam nomor perorangan. Ia menjelaskan bahwa Kalsel memperoleh tiket untuk nomor perorangan putra dan putri, setelah meraih posisi juara ketiga dalam pertandingan beregu putra dan putri pada Pra PON 2023 yang diadakan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Enam atlet yang akan mewakili Kalsel terdiri dari Wahyu Rizqy untuk tunggal putra, pasangan Ahmad Maulana Irawan dan Surya Pandyanatha di ganda putra, Ajirna Salatiah untuk tunggal putri, serta duet Tasya Noviana Putri dan Revalina di ganda putri. Boby juga menambahkan bahwa setelah babak kualifikasi PON, pihaknya melakukan seleksi terhadap tujuh atlet putra dan tujuh atlet putri. Dari proses seleksi ini, terpilihlah tiga atlet putra dan tiga atlet putri yang akan mewakili cabang olahraga bulu tangkis Kalsel pada PON 2024. Boby menekankan bahwa semua atlet yang berpartisipasi di PON 2024 merupakan atlet muda yang lahir pada tahun 2003, sehingga usia mereka tidak lebih dari 21 tahun. Ia merasa bangga karena seluruh atlet yang terpilih adalah hasil binaan dari daerah. Merupakan sebuah pencapaian yang menggembirakan, Kalsel berhasil kembali lolos ke PON setelah absen selama lima kali dalam pergelaran olahraga multi-event yang berlangsung setiap empat tahun tersebut. Sebagai persiapan jelang pertandingan, Boby mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyewa lapangan latihan untuk para atlet, sebelum pertandingan nomor perorangan dimulai pada 14 September 2024. Mengenai peluang atlet, Boby optimis bahwa semua peserta memiliki kesempatan yang sama untuk meraih medali. Hal ini disebabkan oleh adanya peraturan pembatasan usia pemain, yang berimplikasi pada kekuatan yang relatif merata antar atlet. Keberhasilan mereka dalam mempersiapkan diri menjelang pertandingan akan menjadi kunci penentu performa di lapangan. ANTARA