JAKARTA –
**Borneonews - Banda Aceh**, Atlet asal Sumatera Selatan, Indah Afriza, berhasil meraih medali emas dalam cabang olahraga angkat besi pada kelas 71 kilogram putri di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumatera Utara 2024. Pertandingan tersebut berlangsung di GOR Seramoe, Banda Aceh, pada hari Sabtu. Indah, yang berusia 20 tahun, mencatatkan total angkatan 207 kilogram. Angka tersebut berasal dari 88 kilogram yang didapatnya pada angkatan *snatch* dan 119 kilogram pada *clean and jerk*. Dengan angkatan 119 kilogram pada *clean and jerk*, Indah sudah memastikan medali emas di tangannya. Namun, dalam percobaan ketiga, ia mencoba untuk meningkatkan catatannya dengan mengangkat 122 kilogram, sayangnya, ia tidak berhasil melakukan angkatan tersebut. Dalam konferensi pers usai pertandingan, Indah mengungkapkan rasa syukur atas pencapaiannya. "Alhamdulillah saya bisa meraih emas, meskipun rasanya masih kurang sedikit dan belum maksimal. Mungkin karena kondisi saya yang kurang baik di bagian pinggang," ujarnya. Ia juga menambahkan, "Pelatih memberikan arahan, tetapi saya merasa mampu. Hanya saja, dalam *jerk* saya tidak bisa melakukan angkatannya." Sebelum berkompetisi di PON, Indah telah berpartisipasi dalam Kejuaraan EGAT King’s Cup 2024 di Thailand pada bulan April lalu. Dia merupakan salah satu lifter yang diharapkan oleh Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PB PABSI) untuk menjadi bintang angkat besi di masa depan. Dalam kelas yang sama, medali perak diraih oleh lifter dari Kalimantan Barat, Restu Anggi, dengan total angkatan 205 kilogram. Anggi meraih 85 kilogram pada *snatch* dan 120 kilogram pada *clean and jerk*. Sementara itu, medali perunggu dimenangkan oleh Nelly dari Kalimantan Timur, yang mencatatkan total angkatan 200 kilogram dengan 85 kilogram pada *snatch* dan 115 kilogram pada *clean and jerk*. Kelas angkat besi 71 kilogram putri di PON Aceh-Sumut 2024 diikuti oleh enam peserta. Selain Indah, Anggi, dan Nelly, terdapat tiga peserta lainnya yakni Lodia Dewi Kafitri dari Riau, Febriyanti dari Aceh, dan Christina Maria Claudia Kusuma dari Jawa Timur. ANTARA