**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia terus berupaya memperkuat dan mendukung ekosistem logistik nasional melalui serangkaian regulasi yang ditegaskan oleh Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Hartanto. Menurutnya, sebagai lembaga pengatur, kementerian bertanggung jawab untuk menyusun regulasi yang relevan dan dapat diterapkan untuk mendukung proses bisnis dalam sektor logistik.
"Regulasi yang kami hasilkan bertujuan untuk memperlancar kegiatan bisnis di bidang logistik," ujarnya dalam forum Hub Talks dengan tema "Kontribusi Dunia Usaha dalam Pengembangan Transportasi dan Logistik" yang berlangsung di JIExpo pada hari Jumat, 6 September.
Sebagai negara kepulauan yang terdiri dari ribuan pulau, Kementerian Perhubungan memiliki tugas penting dalam menjamin konektivitas antar wilayah. Untuk mencapai tujuan tersebut, pengembangan fasilitas dan infrastruktur serta kerjasama yang baik dengan para pemangku kepentingan sangat diperlukan.
"Kami berusaha untuk segera mengatasi ketimpangan dukungan logistik antara pulau-pulau. Kerjasama dengan para pemangku kepentingan yang ada sangat kami prioritaskan. Tanpa adanya koordinasi, tidak ada hasil dari ekosistem logistik nasional yang akan diterima oleh masyarakat," tambah Hartanto.
Dalam kesempatan yang sama, CEO Pertamina International Shipping (PIS), Yoki Firnandi, menjelaskan bahwa perusahaan dan grupnya berhasil mengangkut 160 miliar liter energi di seluruh Indonesia pada tahun lalu. Meski demikian, mereka menghadapi berbagai tantangan, termasuk faktor alam, sumber daya manusia, keamanan, dan keselamatan.
"Namun, kami mampu menghadapi tantangan tersebut dengan baik, berkat tidak adanya kelangkaan energi. Hal ini tidak terlepas dari dukungan yang diberikan oleh direktorat transportasi laut dan para pemangku kepentingan terkait," tegas Firnandi.
Sementara itu, Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut di perusahaan pelayaran BUMN PT Pelni, Kokok Susanto, menggarisbawahi betapa pentingnya kolaborasi dalam sektor logistik.
"Pengembangan bisnis tidak dapat dipisahkan dari strategi yang perlu kami perhatikan. Salah satu cara untuk menjaga keberlanjutan adalah dengan berkolaborasi dan berbagi kapasitas, mengingat banyaknya pelaku yang ada. Dengan demikian, biaya operasional dapat ditekan lebih rendah," pungkasnya.
ANTARA
Kementerian Perhubungan Perkuat Ekosistem Logistik Nasional
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Puncak BIK 2026 di Kobar, Pemkab Dorong Akses Keuangan Menjangkau UMKM hingga Desa
Komentar (0)
Memuat komentar…







