JAKARTA –
**Borneonews - Istanbul**, Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, pada Sabtu lalu, menegaskan kembali komitmen penuh negaranya dalam mendukung pengakuan internasional bagi Kosovo, yang dianggapnya sebagai negara yang "merdeka dan berdaulat." Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di *X*, Fidan menggambarkan Kosovo sebagai "pusaka leluhur kami," menunjukkan pentingnya hubungan historis antara Turki dan Kosovo. Fidan menekankan upaya untuk memperkuat kerjasama bilateral, serta menyampaikan keyakinannya bahwa kerjasama ini akan terus berkembang seiring berjalannya waktu. Dalam konteks pengakuan internasional yang lebih luas bagi Kosovo sebagai entitas berdaulat, ia menegaskan, "Kami sepenuhnya mendukung mereka di jalan ini," menyoroti pentingnya dukungan internasional bagi kemajuan negara tersebut. Dalam pidatonya, Fidan juga menekankan bahwa kebangkitan kawasan Balkan harus dilakukan dengan upaya dan keringat rakyat lokal. Hal ini mencerminkan pandangan bahwa stabilitas adalah hasil dari perjuangan dan kerjasama komunitas Balkan itu sendiri. Selama kunjungan kerjanya yang dinilai produktif, Fidan bertemu dengan berbagai pejabat di Pristina, serta berinteraksi langsung dengan komunitas Turki di Prizren dan Mamusha. Kunjungan tersebut termasuk pertemuan dengan Menteri Urusan Pembangunan Daerah Kosovo, Fikrim Damka, dan tinjauan ke sejumlah fasilitas militer milik Turki. Fidan juga menerima pembaruan dari Mufti Agung Naim Ternava mengenai pembangunan Masjid Pusat di Pristina. Ia menegaskan pentingnya persatuan, integritas, keamanan, serta perdamaian dan kesejahteraan bagi rakyat Kosovo. Turki berkomitmen untuk membantu Kosovo menyediakan layanan yang memadai bagi warganya melalui dukungan fasilitas dan infrastruktur yang diperlukan. Selain itu, Fidan menekankan dukungannya terhadap upaya damai dan negosiasi di kawasan, dengan mengatakan, "Merupakan kepentingan kami semua agar perdamaian dan stabilitas terwujud di kawasan ini." Sebelumnya, ia juga telah bertemu dengan Presiden Kosovo, Vjosa Osmani, dan Perdana Menteri Albin Kurti, memperkuat kerjasama antara kedua negara. Kunjungan Hakan Fidan ke Kosovo tidak hanya mencakup pertemuan diplomatik, tetapi juga wartanya ke markas besar Pasukan Kosovo (KFOR) yang dipimpin NATO di Pristina, di mana ia mendapatkan pengarahan dari Mayor Jenderal Ozkan Ulutas, komandan misi KFOR. Turki sendiri telah mengakui Kosovo sebagai negara berdaulat pada tanggal 18 Februari 2008, hanya satu hari setelah Kosovo mendeklarasikan kemerdekaannya, menjadikannya salah satu negara pertama yang melakukannya. Kantor Koordinasi Turki di Pristina yang beroperasi sejak tahun 1999 lalu, telah dinaikkan statusnya menjadi kedutaan besar setelah Kosovo meraih kemerdekaan. Komitmen ini menunjukkan hubungan erat antara Turki dan Kosovo dalam berbagai bidang. ANTARA