BORNEONEWS, Sampit - Selama Operasi Ramadnya di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim)  sejak 30 Juni 2016 hingga 15 Juli 2016, jajaran polres menangani kasus tindak pidana sebanyak 11 perkara, dan juga kecelakaan lalu lintas sebanyak 15 kasus.

Kapolres Kotim AKBP Hendra Wirawan mengatakan. dalam Operasi Ramadnya yang sebelumnya dikenal dengan Operasi Ketupat itu pada tahun ini mengalami penurunan, terutama pada kasus tindak pidana yang turun tiga kasus.

“Untuk tindak pidana ada sebelas kasus dan laka lantas ada 15 kasus selama Operasi Ramadnya tersebut,” ujar Hendra, Kamis (21/7/2016).

Untuk tidak pidana tersebut, ada dua yang paling menonjol yakni pembunuhan pada Minggu (3/7/2016) yang dilakukan oleh Doni, alias Adun, 25, terhadap temannya  Yoga Saputra, 23, di Desa Rubung Buyung Kecamatan Cempaga Hulu, Kotim.

Sedangkan untuk kasus kedua adalah penemuan mayat di Pantai Ujung Pandaran atas nama Dany, warga Jl H Imran, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Dia ditemukan tewas pada Sabtu (9/7/2016). Dengan kondisi tidak bernyawa dan raut wajah membiru serta mata mengeluarkan darah. Dari hasil visum dia tenggelam akibat mabuk obat Zenith.

Sedangkan dari 15 kasus kecelakaan lalul intas yang terjadi, ada lima orang tewas, sedangkan luka berat dua orang, dan luka ringan 22 orang. Sementara untuk pelanggaran pengendara masih terbilang cukup tinggi.

“Untuk pelanggaran ada 249 kasus. Kondisi ini membuat kasus kecelakaan meningkat dua kasus dibanding tahun 2015 lalu,” ungkap Hendra. (M HAMIM/m)