PADANG –
**Borneonews - Solok**, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok di Sumatera Barat menggarisbawahi pentingnya peran Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam upaya meningkatkan mutu kesehatan, pendidikan, serta kesejahteraan masyarakat. Salah satu fokus utama dari kegiatan ini adalah penurunan angka stunting di wilayah Kabupaten Solok. Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Solok, Emiko Epyardi Asda, mengungkapkan bahwa keberadaan KPM memiliki dampak yang signifikan. Menurutnya, peran KPM sangat vital dalam meningkatkan berbagai aspek kehidupan masyarakat, khususnya dalam mengatasi isu stunting yang menjadi perhatian serius di daerah tersebut. Emiko mengatakan, keberhasilan dalam menurunkan angka stunting di daerah ini sangat bergantung pada peningkatan kapasitas KPM di seluruh Kabupaten Solok. Ia menekankan bahwa KPM berfungsi sebagai ujung tombak dalam usaha ini. “Oleh karena itu, kami perlu melakukan peningkatan kapasitas bagi KPM, mengingat mereka adalah garda terdepan dalam upaya ini,” tuturnya. Tanggung jawab yang diemban oleh para kader ini, jelas Emiko, harus diimbangi dengan peningkatan sumber daya manusia (SDM) demi mencapai kesejahteraan yang lebih baik bersama. “KPM haruslah menjadi pelopor perubahan dan penghubung yang efektif antara pemerintah dan masyarakat Kabupaten Solok,” imbuhnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN) Kabupaten Solok, Romi Hendrawan, mengungkapkan bahwa KPM terdiri dari individu-individu yang terpilih melalui musyawarah nagari. “Semua kader, baik bapak maupun ibu, harus merasa bangga dengan pilihannya untuk mengemban tugas mulia ini dalam mensejahterakan masyarakat di Kabupaten Solok,” jelasnya. Romi berharap, dengan kemampuan komunikasi yang dimiliki para kader, mereka dapat efektif dalam mensosialisasikan dan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam percepatan penurunan angka stunting. Ia juga menambahkan bahwa upaya peningkatan kapasitas para kader bertujuan untuk memperkaya keterampilan serta pengetahuan mereka, terutama dalam bidang pendidikan dan kesehatan. KPM diharapkan berfungsi sebagai motor penggerak utama dalam mengurangi prevalensi stunting di Kabupaten Solok. Kegiatan ini merupakan inisiatif dari DPMN Kabupaten Solok dan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi seluruh warga masyarakat di wilayah ini. “Kami berharap acara seperti ini mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi masyarakat kita di Kabupaten Solok,” ujar Romi. ANTARA