**Borneonews - Jakarta**, PT Gunung Raja Paksi Tbk (GRP), yang dikenal sebagai produsen baja rendah karbon di Indonesia, baru saja mendapatkan suntikan investasi dari International Finance Corporation (IFC) sebesar 60 juta dolar AS. Dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi baja rendah karbon dan mengembangkan serta menerapkan strategi dekarbonisasi.
Kimin Tanoto, selaku Ketua Komite Eksekutif GRP, menyatakan bahwa pembiayaan ini diharapkan dapat memperkuat kegiatan produksi baja berkualitas tinggi di pabrik mereka yang terletak di lahan seluas 200 hektar di Jawa Barat. Dengan langkah ini, mereka berkomitmen untuk memproduksi emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan dengan standar rata-rata global.
Penandatanganan perjanjian pembiayaan antara PT GRP dan IFC dilakukan pada hari Jumat, 6 September, di Jakarta. Perjanjian ini menjadi salah satu bentuk investasi pertama dari anggota Grup Bank Dunia tersebut dalam sektor baja di Asia selama lebih dari sepuluh tahun terakhir.
Kimin juga menjelaskan bahwa permintaan baja secara global diprediksi akan meningkat hingga 30 persen pada tahun 2050, dengan sebagian besar kenaikan permintaan tersebut akan berlangsung di kawasan Asia. Dia menambahkan, produksi baja di Indonesia telah mengalami peningkatan signifikan, yakni lebih dari 90 persen sejak 2019, dan diperkirakan akan terus bertambah pada tahun ini.
Menurut Kimin, investasi yang dilakukan IFC di GRP sangat tepat waktu, mengingat ambisi Indonesia untuk menjadi salah satu produsen baja terkemuka di dunia, sekaligus mencapai emisi nol bersih pada tahun 2060. Dia menegaskan, investasi ini juga mendukung target GRP dalam mencapai emisi nol bersih pada tahun 2050.
Lebih lanjut, Kimin mengungkapkan bahwa industri baja merupakan salah satu penyumbang utama terhadap krisis iklim global, dengan tanggung jawab atas delapan persen emisi gas rumah kaca di dunia. Tanpa tindakan yang tepat, sektor ini dapat menghabiskan seperempat dari kuota karbon global untuk menjaga pemanasan global tetap di bawah 1,5 derajat Celcius pada tahun 2050.
Selain mendapatkan pinjaman, IFC juga telah menandatangani *Advisory Engagement Letter* dengan GRP. Kerja sama ini bertujuan untuk membantu pengembangan dan penerapan strategi dekarbonisasi yang sesuai dengan standar internasional serta mendukung upaya GRP untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.
Dukungan tersebut juga mencakup eksplorasi berbagai opsi pendanaan, yang bertujuan untuk mendukung keputusan GRP dalam menonaktifkan Blast Furnace yang baru dibangun namun belum pernah digunakan. Selain itu, akan dilakukan peningkatan efisiensi energi dengan teknologi Electric Arc Furnace (EAF) serta evaluasi opsi dan teknologi proses hilir terbaru.
Kelvin Fu, Chief Transformation Officer GRP, menambahkan bahwa perusahaan berkomitmen untuk memanfaatkan kemitraan dengan IFC dalam rangka meningkatkan daya saing ekspor baja rendah karbon ke Uni Eropa. Dengan inisiatif tersebut, GRP juga mengincar peluang untuk mengurangi ketergantungan terhadap baja impor dari negara-negara yang menghasilkan emisi CO2 lebih tinggi dibandingkan baja rendah karbon yang mereka produksi.
ANTARA
PT GRP Dapat Investasi 60 Juta Dolar AS dari IFC untuk Dekarbonisasi
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Veda Ega Sebut Tugasnya Belum Usai Setelah Berada di Pole Position
Sembilan Hari Risnayati Hilang, Pencarian Terkendala Kabut Asap Karhutla
Indonesia Lampaui Target Emas Asian Para Games 2026
Rian/Daniel ke Final Kudus Indonesia Masters Usai Menang Tiga Gim
Kemnaker Umumkan Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi Korban PHK
MILLS Luncurkan Koleksi Musim Panas 2027 Bertajuk Next Inheritance
Komentar (0)
Memuat komentar…







