BORNEONEWS, Sampit - Pengerjaan pemasangan jaringan pipa induk Perusahaan Air Minum (PDAM) di wilayah Selatan Kabupaten Kotawaringin Timur dari Sungai Lepeh Desa Bagendang Permai, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, sudah tembus hingga ke Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.


“Pemasangan jaringan induk dari bak penampungan Sungai Lepeh sepanjang delapan kilometer sudah rampung. Kemudian pemasangan pipa baru berukuran enam inci sekitar satu kilometer sebelum puskesmas. Kemudian penyambungan dengan pipa empat inci hingga pertigaan Pasar Umar Hasyim Samuda,” kata Kepala PDAM Unit Samuda, Budiono, Kamis (21/7/2016).


Budiono mengatakan, pipa PDAM wilayah Samuda yang dulunya sudah terkena jalur jalan aspal tidak akan difungsikan lagi atau dibiarkan mati tertanam. Sehingga pipa lama itu tidak difungsikan lagi sehingga pakai jaringan baru.


“Saat ini kami sedang mengebut pemasangan pipa di wilayah Samuda ke permukiman-permukiman penduduk. Penggalian untuk pemasangan pipa baru berukuran empat inci sepanjang 2,5 kilometer,” ujarnya.


Pembangunan jaringan PDAM yang dilakukan pemerintah itu sebagai upaya mengatasi krisis air yang setiap tahun terjadi di wilayah selatan Kotawaringin Timur. Setiap musim kemarau, warga di empat kecamatan wilayah selatan kesulitan mendapatkan air bersih. Untuk menanganinya, biasanya pemerintah daerah melakukan penanganan insidentil dengan memasok air bersih dari Sampit menggunakan mobil tangki.


Namun dengan adanya jaringan PDAM itu diharapkan bisa mengatasi krisis air yang dialami warga selama ini.


Seperti diketahui, warga yang tinggal diwilayah selatan Kotim yang meliputi tiga kecamatan yakni Kecamatan Teluk Sampit, Mentaya Hilir Selatan, Pulau Hanaut setiap tahun krisis air bersih saat musim kemarau.


Saat kemarau, sumur yang dibuat dengan peralatan seadanya banyak yang kering, sedangkan air sungai tidak bisa dikonsumsi lantaran terasa asin akibat intrusi air laut. (RAFIUDIN/m)