SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Luasnya kawasan budi daya perikanan yang ada di wilayah Bumi Gawi Barinjam berpotensi untuk dijadikan sebagai komoditi unggulan di Kabupaten Sukamara. 

Penjabat Bupati Sukamara, Rendy Lesmana mengatakan, berdasarkan keputusan Bupati Sukamara Nomor 188.44/201/2023, tentang Pencadangan Kawasan Budi Daya Perikanan Perairan Darat di Kecamatan Pantai Lunci dan Jelai, total luas lahan mencapai 4.172,16 hektar.

“Maka dapat dikatakan potensi perikanan budi daya di Kabupaten Sukamara dapat dijadikan komoditi unggulan, di antaranya yaitu budi daya pada perairan payau yakni undang vaname yang sedang kita kembangkan di lokasi Shrimp Estate Berkah,” ucap Rendy Lesmana pada kunker Wakil Gubernur Kalteng, Sabtu, 7 September 2024.

Menurut dia, ketersediaan pangsa pasar lokal dan nasional dengan harga yang cukup tinggi, tersedianya tenaga kerja, lokasi usaha yang strategis dan penanganan proses panen, akan mendukung kegiatan budidaya udang vaname di Kabupaten Sukamara semakin berkembang.

“Data PDRB Kabupaten Sukamara tahun 2023 sebesar 5,9 Trilliun rupiah dan PDRB Sub Sektor Perikanan sebesar 170,7 Miliar rupiah,” jelasnya.

--page

Sementara untuk data tambak insentif dan produksi udang vaname eksisting dan operasional untuk tahun 2024 seluas 61,33 hektar yang berlokasi di kecamatan pantai lunci dan Kecamatan Jelai 

“Untuk total produksi undang Panama per Agustus tahun 2024 yaitu 329,48 ton,” tutup Rendy Lesmana. 

Diketahui, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo melakukan kunker ke Kabupaten Sukamara dalam rangka menghadiri panen perdana udang vaname di kawasan tambak Shrimp Estate BERKAH yang berada di Desa Sei Raja, Kecamatan Jelai. (NORHASANAH/Y)