BORNEONEWS, Sukamara - Kegiatan rehabilitasi tambak rakyat pelaku usaha udang dan ikan di Desa Sei Bundung, Kecamatan Jelai diharapkan memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sukamara.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah yang berkenan melaksanakan kegiatan rehabilitasi tambak di Desa Sei Bundung, Kecamatan Jelai tahun anggaran 2024, dengan nilai sebesar Rp300 juta,” ucap PJ Bupati Sukamara, Rendy Lesmana pada acara panen perdana udang vaname di Shrimp Estate BERKAH, Sabtu, 7 September 2024.
Menurut dia, kegiatan rehabilitasi tambak rakyat tersebut merupakan capaian jangka panjang, dengan harapan kedepannya dapat memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kita juga berharap dengan rehabilitasi tambak rakyat ini juga dapat mendorong produksi komoditas udang vaname,” harapnya.
Rendy menambahkan, total luas lahan pencadangan kawasan budi daya perikanan perairan darat di Kecamatan Pantai Lunci dan Jelai yakni 4.172,16 hektar. Maka, dapat dikatakan potensi perikanan budi daya di Kabupaten Sukamara dapat dijadikan komoditi unggulan, di antaranya yaitu budi daya pada perairan payau yakni undang vaname yang sedang dikembangkan di lokasi Shrimp Estate BERKAH.
Dengan ketersediaan pangsa pasar lokal dan nasional dengan harga yang cukup tinggi, tersedianya tenaga kerja, lokasi usaha yang strategis dan penanganan proses panen, akan mendukung kegiatan budi daya udang vaname di Kabupaten Sukamara semakin berkembang.
--page
“Data PDRB Kabupaten Sukamara tahun 2023 sebesar 5,9 Trilliun rupiah dan PDRB Sub Sektor Perikanan sebesar 170,7 Miliar rupiah,” jelasnya.
Sementara untuk data tambak insentif dan produksi udang vaname eksisting dan operasional untuk tahun 2024 seluas 61,33 hektar yang berlokasi di kecamatan pantai lunci dan Kecamatan Jelai
“Untuk total produksi undang Panama per Agustus tahun 2024 yaitu 329,48 ton,” tutup Rendy Lesmana. (NORHASANAH/Y)









