BORNEONEWS, Sampit - Game Pokemon Go yang saat ini sangat bouming dan menjadi virus yang menyebar baik di kalangan pelajar, mahasiswa, dan juga pekerja di Sampit. Rupanya tidak lepas dari tudingan miring bagi sejumlah orang terhadap penggemarnya.


Bahkan sejumlah orang mengatakan bahwa penggemar game yang sejatinya dimainkan di telepon genggam Android ini sering lupa diri, dan tidak tahu waktu atau bahkan tempat. Namun hal itu nampaknya tidak mempengaruhi sejumlah orang yang bermain, dimana mereka langsung membela diri bahwa game tersebut tergantung orang yang memainkannya.


Seperti yang dikatakan oleh Selvia Oktaviani, permainan game tersebut tergantung orang yang memainkannya. Apabila dimainkan dengan memperhatikan sekeliling dan keamanan, maka game tersebut tidak berbahaya.


“Tergantung kitanya aja, kalau tetap fokus dengan keamanan maka tudak akan berbahaya. Namun kalau keasyikan, hal itulah yang membahayakan diri kita,” ujar perempuan yang bekerja di bidang leasing ini, Kamis (21/7/2016).


Ia  juga menceritakan,  game itu tidaklah membuat pemainnya lupa waktu pekerjaan ataupun lainnya. Karena Pokemon Go bisa dimainkan kapan saja, baik itu pagi, siang, maupun malam. Sehingga kalau ada waktu kosong barulah ia akan berkelana mencari monster dalam game tersebut.


Sedangkan awal dari ketertarikan dirinya bermain game itu adalah melihat dari teman nongkrongnya. Ia melihat bahwa permainan tersebut cukup asyik, dan penuh tantangan. Apalagi pencarian monster yang menggunakan GPS juga menjadi daya tarik tersendiri, sehingga dia meminta aplikasi tersebut kepada temannya, dan menginstalnya sendiri.


“Biasanya saya main game hanya duduk-duduk di rumah maupun kantor. Tetapi Pokemon Go ini seperti terlibat langsung dan bisa bertualang. Sehingga hal itulah yang membuat permainan ini sangat menarik,” kata Selvi.


Selvi juga menceritakan pengalaman menarik dari bermain game tersebut. Saking asiknya bermain di sebuah taman, kakinya terperosok ke dalam parit. Hal itupun membuat dirinya menjadi bahan tertawaan bagi teman-temannya.


Tanggapan yang sama juga dikatakan oleh Rini. Ia mengaku bermain Pokemon Go bisa menghilangkan pikiran stress usai bekerja sehari-hari. Hal itu terjadi karena game ini sangat penuh tantangan, dan juga menjadikan penggunanya berjuang agar bisa mendapatkan monster yang terbaik.


“Game ini kan penuh tantangan, harus mencari lokasi-lokasi tempat monter itu tinggal. Dan datang ke suatu tempat hanya untuk battle atau mengadu Pokemon legend yang kita punya,” ungkap Rini.


Cara bermain seperti itulah yang membuat dirinya sangat tertarik memainkan Pokemon Go. Apalagi permainan tersbeut hampir sama persis dengan kisah anime yang pernah tayang di televisi pada 1990-an. Sehingga apa yang pernah dibayangkan pada masa kecil kini bisa terwujud dan seperti diri sendiri yang memainkannya.


“Saya penghobi game di telepon genggam Android. Namun baru kali ini ada game seperti asli kita sendiri yang memainkannya,” kat Rini.


Walaupun ia sudah larut dalam permainan Pokemon Go, namun dia juga berpesan bawah bagi semua pecinta game anime tersbeut agar terus waspada dan hati-hato saat sedang mecari monster. Jangan sampai hal itu berdampak negatif bagi diri sendiri maupun orang lain. Karena tidak jarang bagi pemain yang nekat mencari monster pada malam hari ataupun di tempat yang sepi. Ini bisa saja pelaku kejahatan mengintai dan merampas telepon genggam yang dipegang.


“Yang pasti harus waspada, jangan bermain di tengah jalan, dan jangan bermain pada saat berkendara. Karena bisa membuat diri sendiri maupun orang lain celaka,” pesan Rini.


Game Pokemon Go saat memang seperti virus di Kota Sampit, dimana hampir semua kalangan memainkannya, tidak terkecuali orangtua. Entah apakah karena cara bermainnya yang unik ataukah tokoh animasinya yang pernah jadi idola, yang membuat sejumlah orang tertarik.


Namun yang pasti sejumlah peringatan maupun tudingan miring sudah bermunculan. Bahkan Kapolres Kotim AKBP Hendra Wirawan melalui Kasat Lantas AKP Boni Arifianto mengatakan, mereka akan menindak tegas setiap pelanggaran lalu lintas. Tak terkecuali bagi pemain Pokemon Go. Menurutnya, sudah ada sejumlah pemain yang membahayakan diri sendiri dan orang lain saat berkendara.


”Sudah ada ditemukan beberapa orang, tetapi sejauh ini bukan pengendaranya, melainkan orang yang dibonceng yang bermain. Meskipun begitu, hal tersebut tetap kami larang,” imbau Boni.


Menurutnya, kurangnya kepedulian masyarakat ketika berkendara sambil bermain game dapat merugikan orang lain.


”Hal seperti itu sangat membahayakan bagi dirinya sendiri dan orang lain. Bisa terjadi kecelakaan karena konsentrasi pengendara berkurang, dan tidak fokus pada jalan raya. Dia fokus pada game yang dia mainkan dan bisa menjadi faktor penyebab lakalantas,” tukas Boni. (M HAMIM/m)