**Borneonews - Samarinda**, Ribuan warga Kalimantan Timur menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan memadati jalanan Kota Samarinda untuk menyaksikan Pawai Ta'aruf. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional ke-30 yang diadakan di Kalimantan Timur, pada hari Sabtu.
Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, memberikan apresiasi kepada semua peserta yang turut serta dalam pawai ini. Ia menyatakan rasa terima kasihnya kepada seluruh khafilah yang ambil bagian, serta menekankan pentingnya sukses dalam sebuah acara yang ditentukan oleh awal pelaksanaannya. "Jika awalnya berhasil, Insya Allah, ke depannya juga sukses," ungkap Akmal Malik.
Pawai Ta'aruf menampilkan sejumlah atraksi menarik, termasuk parade kendaraan hias serta penampilan yang mengesankan dari berbagai kafilah. Acara dimulai pada pukul 07.00 WITA dan melewati jalan-jalan utama seperti Jalan Kusuma Bangsa, Jalan Agus Salim, Jalan KH Abdurrasyid, dan Jalan Awang Long, sebelum berakhir di Jalan Gadjah Mada, di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur. Tempat ini menjadi panggung kehormatan bagi para tamu dan pejabat penting.
Dalam rangkaian pawai, para peserta mempersembahkan parade kendaraan hias yang mewakili berbagai provinsi di Indonesia, masing-masing dengan nuansa budaya daerah yang khas. Kekayaan budaya Nusantara terlihat jelas dari beragam busana adat yang dikenakan dan penampilan seni tradisional yang ditampilkan oleh para peserta.
Acara ini bukan hanya sekadar pawai, tetapi juga menjadi momen bersejarah, mengingatkan masyarakat Kalimantan Timur akan kemeriahan MTQ Nasional yang dahulu pernah dihelat pada tahun 1976. Perhelatan MTQ Nasional tahun tersebut menjadi titik penting dalam sejarah keagamaan di Kalimantan Timur, yang hingga kini masih dikenang oleh masyarakat. Saat itu, Kalimantan Timur untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah MTQ Nasional, sebuah pengalaman yang sangat membekas di hati banyak warganya.
Dengan hampir setengah abad berlalu, Kalimantan Timur kembali dipercaya untuk menjalankan peran sebagai tuan rumah MTQ Nasional. Salah satu saksi mata dari pawai ini, Ibu Siti yang berumur 65 tahun, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas kesempatan untuk menyaksikan acara besar ini lagi. "Saya masih ingat betul MTQ tahun 1976. Saat itu saya masih muda, tetapi suasananya sangat mengesankan. Kini saya datang lagi untuk menyaksikan ajang nasional. Ini sungguh menjadi momen nostalgia yang luar biasa," katanya dengan senyuman.
Kembalinya MTQ Nasional ke Kalimantan Timur diharapkan dapat menjadi momentum bagi masyarakat setempat untuk mempertahankan dan mengembangkan tradisi keagamaan serta budaya yang telah ada, sehingga bisa menjadi inspirasi bagi generasi mendatang.
ANTARA
Ribuan Warga Samarinda Meriahkan Pawai Ta'aruf MTQ Nasional
Bagikan:

SAMARINDA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Wamen LH: Jaga Kelestarian Ekosistem Perairan Dimulai dari Daratan
Jet Tempur AS Cegat Pesawat umum Dekat Kediaman Trump di Florida
Peneliti Jepang Temukan Tutup Botol Bawa Ekosistem Laut Filipina
Wembanyama Bawa Spurs Kalahkan Mavericks 122-106
Imam Besar: Serangan Berulang ke Mekkah Bongkar Niat Kriminal Houthi
Kemenpar-BPOLBF Gandeng Agen Wisata Tiongkok Perluas Pasar Labuan Bajo
Komentar (0)
Memuat komentar…







