BENGKULU –
**Borneonews - Kota Bengkulu**, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bengkulu telah menetapkan seorang tersangka berinisial RN dalam kasus penganiayaan berat yang berujung pada tewasnya dua orang warga asal Provinsi Jambi, yaitu PR dan RZ. Menurut Kepala Polresta Bengkulu, Komisaris Besar Polisi Deddy Nata, pada Sabtu, pihaknya telah menangkap tiga orang terduga pelaku yang semuanya merupakan warga Bengkulu. Tiga orang tersebut adalah RN, AG, dan RS, dengan penangkapan dilakukan pada Jumat, 6 September, tak lama setelah kejadian penganiayaan berlangsung. Deddy mengungkapkan bahwa RN telah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara itu, dua orang lainnya masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Pasal yang dikenakan kepada RN untuk saat ini adalah mengenai penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian. “Keputusan mengenai pasal yang dikenakan bersifat sementara. Kami akan melakukan peninjauan saat penyelidikan makin jelas. Namun, saat ini kami menetapkan pasal penganiayaan berat yang mengakibatkan orang meninggal,” jelasnya. Tersangka RN diketahui adalah istri dari seorang pelaku wanita, yang dikabarkan mengalami kecelakaan setelah terlibat dalam pengeroyokan kedua korban. Dalam peristiwa tersebut, PR dan RZ, yang merupakan warga Jambi, meninggal dunia usai dikeroyok dan ditusuk oleh ketiga tersangka. Kronologi peristiwa dimulai ketika RZ dan PR melakukan transaksi untuk layanan prostitusi melalui aplikasi serta sepakat untuk bertemu wanita yang mereka pesan di daerah Kampung Bali. Saat tiba di lokasi, keduanya merasa kecewa karena penampilan wanita yang mereka temui tidak sesuai dengan foto di aplikasi, yang mendorong mereka untuk meminta pengembalian uang. Permintaan tersebut ditolak oleh pelaku, yang kemudian memicu pertengkaran antara keduanya. Wanita yang terlibat dalam insiden itu menghubungi teman-temannya, yang mengakibatkan terjadinya pengeroyokan. “Dua korban tersebut adalah teman, sementara wanita terlapor berasosiasi dengan kelompok yang berbeda. Motif penganiayaan ini berkaitan dengan upaya pengembalian uang dari korban kepada wanita tersebut,” tambah Deddy. Setelah kejadian pengeroyokan, wanita tersebut meninggalkan lokasi, namun mengalami kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan kematiannya di tempat kejadian. Kejadian tragis ini masih menjadi penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. ANTARA