**Borneonews - Banda Aceh**, Muhammad Zul Ilmi berhasil meraih medali emas untuk Aceh dari cabang angkat besi pada kelas 96 kilogram putra di Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumatera Utara 2024 yang berlangsung di GOR Seramoe, Banda Aceh, pada hari Sabtu. Kemenangan ini terasa sangat spesial karena bertepatan dengan perayaan ulang tahunnya yang ke-28.
Dalam momen bahagia tersebut, Zul Ilmi tidak hanya merasakan kegembiraan atas raihan medali, tetapi juga mendapatkan dukungan penuh dari keluarga yang hadir memberikan semangat saat ia bertanding. Keluarga Zul Ilmi langsung menemuinya setelah sesi jumpa pers pasca pertandingan, menambah kebahagiaannya setelah meraih medali.
Zul Ilmi pun menyatakan, Ini jadi kado saya juga, ketika ditemui di GOR Seramoe, mengekspresikan betapa berarti prestasi ini baginya pada hari yang istimewa ini. Bagi tim Aceh, medali emas yang dipersembahkan oleh Zul Ilmi merupakan medali emas kedua dari cabang angkat besi, setelah sebelumnya Bambang Wijaya juga berhasil menyumbangkan medali emas di kelas 81 kilogram putra pada hari Jumat.
Namun, di balik kebahagiaannya, Zul Ilmi juga mengenang pengalaman yang cukup merepotkan yang dialaminya sebelum pertandingan. Ia mengisahkan bahwa dua hari sebelum kompetisi, saat berada di penginapan, dia mengalami pemadaman listrik. Zul Ilmi menceritakan, saat itu dia berada di dalam lift dan mendapati lampu mati menjelang tiba di lantai tujuannya.
Kami tuan rumah dititipkan di Bapelkes (Balai Pelatihan Kesehatan Aceh), bukan di hotel. Saat saya pulang Jumatan, lampunya masih hidup. Saat saya naik lift, mendekati lantai tujuan, lampunya mati. Saya sendirian, panik, dan hanya bisa beristighfar. Setelah minta tolong, baru petugas datang dan membukakan pintu. Untungnya saya tidak berpikiran buruk, ujarnya sambil tertawa mengenang momen menegangkan tersebut.
Zul Ilmi menambahkan, pengalaman terjebak dalam lift selama sekitar tiga menit itu menjadikannya trauma. Hari ini penonton mungkin merasakan deg-degan, tetapi kemarin saya yang mengalami, ujarnya sambil tertawa.
Ketika kembali ke pertandingan, meskipun Zul Ilmi sudah memiliki pengalaman bertanding di SEA Games, posisinya sempat terancam oleh salah satu pesaingnya, Andianto Gulo. Pada percobaan terakhirnya, Andianto mencoba mengangkat beban 192 kilogram dalam angkatan *clean and jerk*. Apabila berhasil, Zul Ilmi akan terpaksa menurunkan posisinya ke tempat kedua.
Namun, Andianto gagal dalam percobaannya dan bahkan terjatuh saat berusaha mengangkat beban tersebut. Kalau itu tidak (cemas akan terkejar) sih. Saya tahu rekor dia. Jauh dari rekornya. Saya pernah melihat dia mengangkat 180 kilogram, jadi ini tidak mungkin bagi saya, ungkap Zul Ilmi menjelaskan situasi tersebut dengan percaya diri.
ANTARA
Muhammad Zul Ilmi Raih Medali Emas di PON Aceh-Sumut 2024
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Generasi Tua Dayak Tola' Keluhkan Bahasa Daerah yang Kian Menghilang
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Komentar (0)
Memuat komentar…







