BORNEONEWS, Kasongan - Masuknya tenaga kerja asing (TKA) seiring Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) ke Indonesia  khususnya di Kabupaten Katingan diharapkan tidak menghilangkan peluang tenaga kerja lokal.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Katingan Karyadi mengatakan itu kepada Borneonews, Jumat (22/7/2016).

Menurutnya dengan maraknya pemberitaan baik di media masa dan media sosial terhadap masuknya buruh dari negara tirai bambu Cina,. maka ia memandang pemerintah baik tingkat pusat dan daerah harus mengurusi permasalahan TKA ini.

Pasalnya, akan menguras peluang tenaga kerja lokal, saat lapangan pekerjaan di Indonesia belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"Pekerja asing justru diberi peluang masuk dengan mudah, terkait dengan kebijakan itu kami lembaga DPRD berharap kepada pemerintah daerah melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi agar pro aktif mengawasi penyebaran tenaga kerja, baik yang bekerja di perkebunan, pertambangan dan perkayuan serta sektor sektor lain yang berhubungan dengan tenaga kerja," katanya.

Padahal dengan mendahulukan pekerja lokal, kata politisi Partai Demokrat ini banyak keuntungan yang akan di dapat misalnya pengangguran akan berkurang, dan kemiskinan dapat di tanggulangi secara cepat.

"Isu serbuan buruh dari negara tetangga Cina mencuat ke permukaan dengan jumlah sangat fantastis 10 juta orang, hadirnya tenaga kerja ini jangan sampai melukai perasaan jutaan tenaga kerja kita," tegas Karyadi yang juga Ketua Fraksi Gandang Nyaru ini. (ABDUL GOFUR/m)