**Borneonews - Banda Aceh**, Ketua Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) PON XXI Aceh-Sumut, Suwarno, mengungkapkan bahwa Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi berhak untuk mengikutsertakan atlet yang telah berlaga di Olimpiade dalam perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024.
Suwarno menjelaskan bahwa pembinaan atlet secara umum adalah tanggung jawab KONI Provinsi. Sementara itu, kegiatan yang dilakukan di tingkat pusat hanya difokuskan untuk mempersiapkan *multi-event* melalui pelatihan nasional atau pelatnas. Pernyataannya tersebut ditujukan untuk memberikan penjelasan terkait keberatan yang mungkin muncul mengenai penunjukan atlet yang telah berkompetisi di Olimpiade atau Asian Games untuk ikut PON.
Ia menyadari adanya sudut pandang yang berbeda dalam hal ini namun menekankan bahwa KONI Provinsi sejatinya telah melakukan pembinaan yang signifikan terhadap atletnya. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi mereka untuk tidak memanfaatkan potensi atlet tersebut saat dibutuhkan untuk mewakili daerah.
Suwarno menggambarkan peran KONI Provinsi seperti proses pertumbuhan pohon, yang dimulai dari pemilihan bibit, penanaman, perawatan, hingga akhirnya berbuah. Ketika pohon itu berbuah, adalah wajar jika KONI Provinsi ingin memanfaatkan hasil dari jerih payah yang telah dibangun, katanya.
Ia menambahkan bahwa jumlah atlet Indonesia yang berpartisipasi dalam Olimpiade tidaklah banyak, sehingga tidak akan mengganggu jalannya PON. Sebaliknya, dalam Asian Games, atlet yang terlibat mencapai ratusan, sehingga PON yang sering bertepatan dengan penyelenggaraan Olimpiade menjadi perhatian tersendiri.
Di kesempatan lain, pada hari yang sama, lifter asal Banten, Rizki Juniansyah, berhasil memecahkan sejumlah rekor sekaligus dan meraih medali emas di cabang angkat besi kelas 89 kilogram putra pada PON XXI di GOR Seramoe, Banda Aceh. Rizki juga dikenal sebagai pemenang medali emas Olimpiade Paris 2028.
Dengan total angkatan 360 kilogram, Rizki berhasil menambahkan satu medali emas untuk kontingen Banten, melampaui rekor sebelumnya yang dicatat oleh Muhammad Zul Ilmi dengan angka 337 kilogram. Dalam kategori *snatch*, Rizki juga memecahkan rekor nasional dengan angkatan 155 kilogram, serta melakukan hal serupa pada kategori *clean and jerk* dengan rekor angkatan 187 kilogram, yang sebelumnya dipegang oleh Zul Ilmi.
ANTARA
KONI Provinsi Berhak Sertakan Atlet Olimpiade di PON 2024
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemerintah Pusat dan Daerah Jangan Saling Menyalahkan dalam Tangani Karhutla
Warga yang Ikut Padamkan Karhutla di Kapuas Meninggal
Warga Batu Badinding Katingan Digegerkan Penemuan Mayat Tanpa Identitas di Kebun Sawit
Investor Pasar Modal Kobar Tembus 32.800, Transaksi Saham Naik Jadi Rp20,16 Miliar
Edy Pratowo Imbau Masyarakat Jaga Kesehatan dan Hindari Pembakaran Lahan
Bupati Seruyan Tekankan Ketahanan Pangan dan Harga Sembako Terjangkau
Komentar (0)
Memuat komentar…







