**Borneonews - Sleman**, Pemerintah Kabupaten Sleman, yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta, berinisiatif untuk mengembangkan sektor pariwisata di wilayah Sleman Barat. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal dan memberdayakan ekonomi kreatif masyarakat setempat.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menyatakan bahwa dengan adanya Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), pemerintah daerah bertekad untuk memanfaatkan keberadaan bandara tersebut sebagai peluang untuk memperkuat sektor pariwisata. Hal ini diharapkan dapat mendatangkan lebih banyak wisawatan ke Sleman Barat.
"Kami berusaha agar wisatawan yang tiba melalui Bandara YIA mampu berkunjung ke kawasan Sleman Barat," ungkap Kustini dalam sebuah pernyataan. Menurutnya, pengembangan wisata di Sleman Barat, khususnya di Desa Wisata Gamplong, sangat bergantung pada partisipasi masyarakat dan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan.
Para pelaku wisata di Desa Wisata Gamplong telah menyiapkan berbagai paket wisata, termasuk opsi perjalanan dengan *jeep* yang membawa pengunjung berkeliling melihat kerajinan tangan dan potensi alam kawasan tersebut. Keberadaan Bandara YIA ini harus kita manfaatkan secara maksimal, tambahnya.
Lebih jauh, Kustini menegaskan bahwa Pemkab Sleman juga berfokus pada pengembangan pariwisata berbasis agrowisata di Sleman Barat. "Kami ingin para petani tidak hanya bertani, tetapi juga bisa mengembangkan aspek wisata," jelasnya.
Dalam konteks ini, Pemkab Sleman menunjukkan komitmen yang kuat untuk meningkatkan ekonomi kreatif di wilayah tersebut. "Perkembangan ekonomi kreatif, seperti kerajinan kain tenun dan produk lokal lainnya, di Sleman Barat sangat menggembirakan, tambahnya.
Di sisi lain, Ketua Jeep Desa Wisata Gamplong, Tri Admanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan tiga rute untuk para pengunjung yang ingin menjelajah menggunakan *jeep*.
Rute pertama bersifat pendek, dimulai dari Studio Alam Gamplong, mengelilingi kawasan pedesaan, dan memasuki trek Wana Rahayu sebelum mencapai pusat kerajinan. Sementara itu, rute kedua menawarkan perjalanan yang lebih menengah, dimulai dari trek Wana Rahayu dan berakhir di pusat kerajinan. Rute terpanjang akan membawa pengunjung berkeliling lebih jauh, mengunjungi Wana Rahayu, Sungai Progo, dan berlanjut ke pusat kerajinan.
"Biaya untuk satu paket *jeep* yang dapat menampung empat orang berkisar antara Rp250 ribu hingga Rp500 ribu, tergantung pada rutenya," tutup Tri.
ANTARA
Pengembangan Pariwisata Sleman Barat Dukung Ekonomi Kreatif Masyarakat
Bagikan:

YOGYAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
573 Personel Dikerahkan Dalam Operasi Patuh Telabang 2026
Hujan Deras Guyur Sejumlah Lokasi di Taman Nasional Tanjung Puting
Sukardi Gau: Bahasa Indonesia Jadi Pemersatu di Tengah Keberagaman, Kalteng Punya 30 Bahasa Daerah
Putin Bantah Tudingan Rusia Provokasi Demonstrasi di Kawasan Eropa
Semarak Bulan Bahasa Digelar Serentak di 30 Balai Bahasa, Kalteng Angkat Seni dan Sastra
Shin Tae-yong Bersimpati Terhadap Pelatih Super League yang Dipecat
Komentar (0)
Memuat komentar…







