**Borneonews - Nusa Dua**, Petenis asal Australia, Omar Jasika, berhasil menambah koleksi gelar dengan memenangkan *ITF Bali* untuk kedua kalinya secara berturut-turut pada Sabtu lalu di Bali National Tennis Court. Kemenangan ini mengukuhkan performanya dalam *Amman Mineral Mens World Tennis Championship*.
Sebagai unggulan pertama, Omar tidak menemui kesulitan yang berarti dalam final melawan petenis Inggris yang merupakan unggulan ketiga, Jay Clarke. Ia menguasai pertandingan dan berhasil menuntaskan duel tersebut dengan skor meyakinkan 6-4, 6-1. Kemenangan ini adalah yang ke-12 secara beruntun bagi Omar.
Dalam penjelasannya, Omar, yang kini menduduki peringkat 246 dunia, mengekspresikan rasa senangnya. "Saya datang ke Bali dengan tujuan bersenang-senang. Saya berusaha bermain tanpa beban, menikmati permainan tenis pada jalurnya," ungkapnya. Selain itu, ia menyelesaikan pertarungan tersebut dalam waktu satu setengah jam dengan catatan 78 persen untuk servis pertama.
Omar menyampaikan sanjungan kepada lawannya, Jay Clarke. Pertandingan berjalan seru. Clarke adalah petenis berkualitas. Dia pernah menempati peringkat di awal seratus dunia. Saat ini, dia sedang dalam tahap pemulihan setelah cedera. Saya berharap dia segera pulih dan kembali ke performa terbaiknya, lanjut Omar.
Dengan gelar terbaru ini, Omar telah mengumpulkan empat trofi pada tahun ini. Dua dari gelar tersebut diraihnya di Bali, sedangkan dua lainnya didapat dari kejuaraan yang berlangsung di tanah kelahirannya, termasuk *ITF M25 Traralgon* dan *ATP Challenger 75 Burnie*. Pencapaian ini tercatat setelah ia berhasil masuk ke babak utama *Australian Open* melalui kualifikasi, meskipun dia mengalami beberapa kendala sebelumnya.
Di sisi lain, perjalanan Omar di babak pertama *ATP Challenger*, yang berfungsi sebagai jembatan menuju sirkuit ATP, cenderung menghadapi rintangan. Di luar lapangan keras, ia mencatatkan hanya tiga kemenangan. Walaupun demikian, penampilannya yang konsisten di tingkat kualifikasi memberikan dorongan bagi peringkatnya, yang mencapai posisi tertinggi dalam kariernya.
"Turnamen Challenger menuntut tingkat performa yang lebih baik, dan saya perlu menyesuaikan diri dengan tingkat tantangan yang ada. Lawan-lawan yang saya hadapi sangat kompetitif dan berpengalaman," ujar Omar.
Gelar ketiga yang diraihnya di Indonesia, di mana gelar pertamanya diraih pada tahun lalu di Jakarta, sangat berarti baginya. Lebih dari sekadar menambah poin untuk peringkat ATP, keberhasilan di Pulau Dewata tersebut berhasil mengembalikan motivasinya.
"Dua pekan di sini sangat luar biasa. Saya memberikan nilai 10 dari 10. Semua elemen, mulai dari *ballkids* hingga direktur turnamen, bertindak sangat ramah kepada saya. Fasilitas yang disediakan pun berkualitas tinggi, baik dari segi lapangan, *gym*, maupun *players lounge*. Namun, saya harus kembali ke rumah setelah ini," ungkapnya dengan rasa suka cita.
Omar juga menegaskan kecintaannya pada Bali. "Saya sangat mencintai Bali. Selagi jadwalnya tidak berbenturan, saya pasti akan kembali ke tempat yang indah ini," tuturnya.
Sehubungan dengan ketidakhadirannya di dua seri sisa kejuaraan *Amman Mineral Mens World Tennis Championship*, Jay Clarke kini diambil alih sebagai unggulan pertama di pekan ketiga kejuaraan berlevel *ITF M25*.
ANTARA
Omar Jasika Raih Gelar ITF Bali Kedua Berturut-turut di Nusa Dua
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Puncak BIK 2026 di Kobar, Pemkab Dorong Akses Keuangan Menjangkau UMKM hingga Desa
Komentar (0)
Memuat komentar…







