JAKARTA –
**Borneonews - Bali**, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa kerusakan yang disebabkan oleh gempa bumi di Gianyar, Bali, telah ditangani dengan cepat oleh pemerintah daerah. Dalam laporan yang disampaikan di Jakarta, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa getaran gempa yang tercatat dengan intensitas *IV-III MMI* tersebut berdampak pada beberapa fasilitas. Kerusakan dilaporkan terjadi pada sebuah fasilitas pendidikan, satu unit fasilitas kesehatan, serta dua rumah milik warga di Desa Sidan, Gianyar. Tim reaksi cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar, bersama dengan personel TNI dan Polri, sudah berada di lokasi untuk memastikan keselamatan masyarakat. Mereka melakukan evaluasi situasi secara berkelanjutan di bawah pengawasan BNPB dan pemerintah provinsi. Abdul Muhari menyebutkan bahwa ada dua keluarga yang terdampak oleh getaran gempa. Namun, pihaknya menegaskan bahwa penanganan terhadap mereka sudah dilakukan oleh petugas yang berwenang. Di samping itu, situasi sudah terkendali dan hingga saat ini tidak ada laporan mengenai korban jiwa. Secara umum, masyarakat juga tidak menunjukkan tanda-tanda kepanikan yang berlebihan setelah kejadian tersebut. BNPB berkomitmen untuk menjaga kesiapsiagaan seluruh personel gabungan di Gianyar. Hal ini dilakukan untuk menjamin keselamatan masyarakat serta memenuhi kebutuhan mereka jika terjadi bencana susulan. Sebelumnya, gempa bumi yang memiliki magnitudo 4,9 tersebut dilaporkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengguncang Gianyar pada pukul 10.51 WIB, diikuti dengan lima kali gempa susulan kecil hingga pukul 13.55 WIB. Analisis menyebutkan bahwa episenter gempa berada di darat, berjarak dua kilometer timur laut dari Gianyar, dengan kedalaman sekitar 10 kilometer. Menurut BMKG, gempa ini merupakan gempa dangkal yang disebabkan oleh aktivitas sesar aktif di darat Bali. Hasil analisis BMKG juga mengindikasikan bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan turun (*normal fault*) dan tidak berpotensi menimbulkan tsunami. ANTARA