JAKARTA –
**Borneonews - Banda Aceh**, Lifter asal Jawa Barat, Dewani Ramadhan, mengalami momen kecemasan yang cukup mendalam sebelum meraih medali emas dalam olahraga angkat besi di kelas 76 kilogram putri pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumatera Utara 2024. Acara tersebut berlangsung di GOR Seramoe, Banda Aceh pada hari Sabtu. Dewani mengungkapkan rasa tidak percaya dirinya saat memulai kompetisi, "Saya tidak pernah membayangkan bisa meraih medali emas. Sejak pagi, saya terus diliputi pemikiran negatif, memikirkan tentang kemungkinan gagal. Padahal seharusnya saya fokus berpikir positif, bagaimana jika berhasil. Namun, saya bersyukur bisa berjuang dan mengalahkan diri sendiri saat pemanasan," ujar Dewani. Sebagai atlet yang menjalani debutnya di PON, Dewani merasakan tekanan yang besar karena harapan yang tinggi dari orang-orang di sekitarnya. "Sangat menekan, karena sampai malam sebelum pertandingan saya tidak bisa tidur. Ada ketakutan akan harapan orang lain yang terus menginginkan saya untuk bisa meraih hasil yang baik. Meski terasa berat, alhamdulillah saya berhasil mencapai target yang ditetapkan," katanya. Atlet muda berusia 18 tahun ini sempat berusaha memecahkan rekor PON dengan mengangkat beban seberat 121 kilogram dalam percobaan clean and jerk ketiganya. Sayangnya, ia tidak berhasil dalam usaha tersebut. "Saya merasa puas dengan hasil yang dicapai. Sesuai harapan, karena saya telah menjalani persiapan dalam Pelatda sejak bulan Januari. Selama sembilan bulan berlatih, saya memang ingin memecahkan rekor nasional dari 120 kg menjadi 121 kg. Namun, sayang sekali saya gagal di angkatan jerknya. Mungkin ada kesempatan di masa mendatang," tambahnya. Setelah meraih medali emas ini, Dewani sudah bersiap untuk tantangan selanjutnya. Ia menyatakan bahwa ajang yang akan diikutinya berikutnya adalah seleksi nasional untuk *SEA Games* 2025. "Saingan saya masih sama, yaitu yang meraih perak (Nadita Aprilia) dan perunggu (Melinda Gusti). Kebetulan, saya baru pertama kali berkompetisi di kelas 76 kilogram, sebelumnya di 71 kilogram saat babak kualifikasi. Ini akan menjadi pengalaman yang menarik," tutup Dewani. ANTARA