**Borneonews - Badung**, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bali mengambil langkah untuk mengenalkan kondisi demokrasi yang berlangsung saat ini di Indonesia melalui pemutaran film berjudul *Tepatilah Janji*. Film ini diinisiasi oleh KPU RI dan disutradarai oleh Garin Nugroho.
Dalam kesempatan tersebut, Komisioner KPU Bali, I Gede John Darmawan, menjelaskan bahwa penayangan film ini merupakan bagian dari upaya pendidikan politik yang dilakukan sebagai persiapan menjelang Pilkada Serentak 2024. Ia menyatakan, film yang dibintangi oleh Cut Mini, Ibnu Jamil, Faradina Mufti, dan Bima Zeno ini mampu menggambarkan berbagai situasi yang tengah terjadi, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran penonton mengenai keadaan demokrasi saat ini.
Beberapa isu yang menjadi sorotan dalam film itu meliputi praktik bagi-bagi uang saat kampanye, fenomena politik dinasti, serta penggunaan politik mahar. Selain itu, film ini juga mengisahkan sebuah keluarga yang hampir terpecah karena perbedaan pandangan politik, serta menyoroti tuntutan masyarakat terhadap pemimpin di sebuah kabupaten agar memenuhi janji kampanyenya.
"Film ini berfungsi sebagai sarana pendidikan politik. Banyak orang melihat proses politik dan demokrasi di Indonesia hanya sekilas. Dengan mengemasnya dalam format film, kami berharap dapat memberikan wahana komunikasi yang berbeda untuk menyadarkan para pemilih tentang kondisi demokrasi yang kita hadapi," papar John.
Umumnya, KPU Bali lebih fokus pada peningkatan partisipasi politik. Namun, pada kesempatan kali ini, pemutaran film yang diadakan bersama dengan berbagai unsur pemerintah, tokoh politik, komunitas, pelajar, dan masyarakat umum ini dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan penting yang diharapkan dapat membuka mata pemilih.
Sebagai Komisioner bidang pemberdayaan masyarakat dan sumber daya manusia, John berharap adanya perbaikan dalam sistem demokrasi yang ada saat ini. "Kami berharap semakin banyak masyarakat yang peduli terhadap proses, dinamika politik, dan berbagai pertimbangan dalam demokrasi kita. Intinya, kami ingin menjadikan demokrasi lebih baik," paparnya.
Bali terpilih oleh KPU RI sebagai salah satu lokasi untuk pemutaran film *Tepatilah Janji*. Sebelum Pemilu 2024, Garin Nugroho juga telah menyutradarai babak pertama film pendidikan ini yang berjudul *Kejarlah Janji*.
Dalam keterangan kepada media, Garin mengungkapkan bahwa film ini bertujuan untuk memberikan panduan bagi masyarakat yang aktif di ranah digital, terutama pada tahun-tahun politik ini. Ia menyadari bahwa meskipun film berdurasi 90 menit ini tidak bisa menyelesaikan seluruh masalah krisis demokrasi yang ada, setidaknya dapat memicu gerakan-gerakan kecil daripada hanya berdiam diri di tengah keadaan yang ada saat ini.
"Saat ini, banyak orang lebih memilih untuk mengonsumsi konten di internet yang bersifat pendek, viral, dan cenderung vulgar. Akibatnya, ruang publik kehilangan panduan dan hal-hal yang benar atau tidak benar mulai diabaikan," tutup Garin.
ANTARA
KPU Bali Tampilkan Film Tepatilah Janji untuk Edukasi Politik
Bagikan:

DENPASAR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Komentar (0)
Memuat komentar…







