BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMDes) Provinsi Kalimantan Tengah Yuren S Bahat menyebut Anggaran Dana Desa (ADD) akan berdampak besar bagi desa jika dikelola dengan tepat. Pengelolaan yang tepat tentunya dapat dilakukan dengan peningkatan kualitas aparatur desa dalam melakukan pengelolaan ADD ini.

"ADD itu kan dana yang besar, yang dialokasikan pemerintah pusat untuk pembangunan di pedesaan. Kalau dikelola dengan baik pasti akan terjadi kemajuan signifikan di desa tersebut," ungkap Yuren, Jumat (22/7/2016).

Namun, lemahnya kemampuan aparatur desa dalam melakukan pengelolaan dana desa masih menjadi permasalahan yang perlu dituntaskan.

"Mereka (aparatur desa, red) itu ujung tombak dan tanggung jawabnya ada di Kabupaten, kita di provinsi hanya mendorong mereka untuk melakukan pelatihan dan pengawasan secara berkala. Karena kunci pengingkatan kualitas aparat desa ini ada pada pelatihan," pungkasnya.

Diharapkan walau dengan keterbatasan anggaran, pemerintah kabupaten tetap diingatkan untuk selalu mengakomodir dana untuk peningkatan kualitas SDM aparatur desa. Meski dilakukan secara bertahap, namun jika terus menerus maka secara perlahan pula kualitas aparatur desa meningkat.

"Ya pelan-pelanlah, nanti saya yakin kemampuan aparatur desa kita akan meningkat dengan adanya pelatihan secara berkala. Ini sama dengan kepala dinas, kalau ada yang baru pasti dipelajari dulu. Nah, mereka harus belajar juga, apalagi ADD ini barang baru," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/m)