BORNEONEWS, Sampit - Ustad Abdul Somad atau yang dikenal dengan panggilan UAS mengisi tausiyah disaksikan puluhan ribu jemaah di Stadion 29 Nopember Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Dalam tausiyahnya, ustad alumni Universitas Al Azhar Mesir tersebut mendoakan agar pemimpin daerah ini takut akan Allah.
"Kita doakan pemimpin kita nanti takut akan Allah. gubernur, bupati, camat dan semua pejabat-pejabat kita harus memiliki rasa takut kepada Allah," kata UAS, Sabtu, 7 September 2024.
Jika ada pemimpin atau wakil rakyat yang takut kepada Allah, maka masyarakat bisa yakin bahwa kepemimpinan dijalankan penuh amanah dan roda pemerintahan berjalan dengan baik.
"Demikian pula dengan mereka yang senantiasa mengutamakan ibadahnya. Maka kepentingan umat dan syariat Islam akan senantiasanya didahulukan," ujarnya.
Ia juga menyampaikan beberapa poin dalam tausiyahnya yaitu menanamkan rasa cinta kepada Al-Quran, membaca maulid, menjalin silaturahmi, amar ma'ruf nahi munkar, dan mengajak orang untuk berbuat kebaikan.
UAS menyampaikan kekagumannya dengan antusias jemaah yang memenuhi lapangan sepak bola. Bahkan interaksinya dengan masyarakat diselingi candaan penuh makna dari UAS, membuat tak sadar jatah waktu ceramah yang semestinya 60 menit justru lebih dari itu.
Disela ceramahnua, UAS menegaskan kunjungannya ke Kalimantan Tengah merupakan bagian dari jadwal tur dakwah yang berlangsung selama empat hari di setiap provinsi. Kedatangannya dari Sabang sampai Merauke selalu didampingi oleh Tim Sahabat UAS, dimana di Kalteng diketuai oleh Muhammad Hatta dan Nadalsyah Koyem sebagai penasehat, kemudian Penasehat Tim Sahabat UAS di Kotim ialah Supian Hadi.
Sehingga kunjungannya ke Kalteng murni untuk dakwah dan meminta agar masyarakat tidak terjebak fitnah.
"Ini perlu saya jelaskan. Kalau ada yang berkomentar di media sosial, bapak ibu bisa jelaskan, jangan ada fitnah di antara kita," tutupnya.
Sementara itu, Ketua PHBI Kotim Sutimin mengatakan kedatangan Ustad Abdul Somad di Kotim dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kedatangan UAS di Kotim merupakan keempat kalinya setelah sebelumnya pernah mengisi tausiyah di Pondok Pesantren Darul Amin, Islamic Center, dan Majelis Riyaadhul Jannah Sampit.
"Alhamdulillah jamaahnya cukup luar biasa jumlah kurang lebih 20.000 jamaah yang hadir pada malam hari ini dari berbagai desa dan kecamatan di Kotim. Sangat bangga sekali kami malam ini," ujar Sutimin.
Persiapan kedatangan UAS ini memakan waktu kurang lebih satu minggu. Ia bersyukur acara berjalan lancar berkat dukungan masyarakat, aparat keamanan dan lembaga lainnya.
"Kami nanti akan cek dulu jika kita ada dana nanti akan kita laksanakan lagi melihat situasi dan kondisi," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/H)









