JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pakar kesehatan, Dr. Shane Tuty Cornish, memberikan izin kepada anak-anak yang sudah berusia di atas dua tahun untuk mengonsumsi jajanan pasar dan makanan ringan, seperti bubur kacang hijau. Namun demikian, dia mengingatkan agar orang tua menghindarkan anak dari makanan yang tinggi kandungan gula. Dalam penyampaiannya, Dr. Shane menegaskan bahwa anak-anak bisa menikmati makanan ringan seperti bubur kacang hijau dan buah-buahan, tanpa harus mengkhawatirkan efek negatif bagi kesehatan, asalkan tidak mengandung gula berlebih. Menurutnya, konsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung gula dapat berkontribusi terhadap peningkatan berat badan, yang kemudian berpotensi menyebabkan diabetes. Ia juga mengingatkan akan berbagai komplikasi yang mungkin muncul akibat diabetes, tidak hanya pada orang dewasa tetapi juga pada anak-anak. Beberapa masalah yang mungkin timbul antara lain retinopati diabetik, glaukoma, serta katarak. Selain itu, diabetes juga dapat menyebabkan kerusakan saraf, penyakit pembuluh darah yang berisiko mengarah pada serangan jantung dan stroke, serta masalah gusi dan gigi. Dr. Shane mengajak para orang tua untuk menjadi teladan yang baik bagi anak-anak mereka. Contoh positif dapat diwujudkan melalui kebiasaan berolahraga secara rutin dan konsumsi makanan sehat. Beliau menekankan pentingnya peran orang tua dalam menciptakan generasi yang sehat. Selanjutnya, beliau menjelaskan beberapa langkah untuk mencegah diabetes. Di antaranya adalah menjaga berat badan tetap ideal. Jika terdapat kelebihan berat badan, langkah yang dianjurkan adalah menerapkan diet kalori yang rendah lemak. Dr. Shane menyarankan, jika berat badan seseorang berlebih, upayakan untuk menguranginya antara 5-10 persen melalui diet yang seimbang. Selain menjaga pola makan, penting juga untuk meningkatkan konsumi buah dan sayur. Mengurangi pemakaian minuman manis dan bersoda juga dapat membantu, serta tetap aktif berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari. Dalam era digital ini, membatasi penggunaan perangkat elektronik juga menjadi langkah yang disarankan. Sebagai tambahan, Erwin Setiawan dari Anak Pangan Indonesia menyoroti masalah pangan ultra proses yang mengandung kalori berlebih dibandingkan makanan alami. Menurutnya, pangan jenis ini cenderung meningkatkan asupan kalori tambahan, yang dapat berakibat pada penambahan berat badan. Erwin menjelaskan bahwa makanan ultra proses sering memiliki kepadatan kalori yang tinggi serta rendah serat, yang membuatnya tidak sehat. Ia menganjurkan untuk lebih memilih makanan yang belum mengalami pengolahan berlebihan, atau yang lebih dikenal dengan istilah *real food*, yang terdiri dari umbi, daging, sayur, dan biji-bijian. Ia menambahkan bahwa Indonesia memiliki banyak bahan pangan lokal yang mendukung pola makan sehat, sehingga tidak ada alasan untuk memilih makanan yang telah diproses secara berlebihan. Dalam keseharian, masyarakat sering menemui berbagai produk makanan yang telah diubah dari bentuk aslinya. Misalnya, jus buah yang sudah menjadi konsentrat, atau camilan sayuran yang mungkin menambah bahan-bahan lain seperti pewarna atau pemanis. Erwin juga berpendapat bahwa industri makanan perlu mengutamakan keamanan pangan dalam setiap produknya. Untuk membantu mengurangi konsumsi gula pada anak, dia menekankan pentingnya memperhatikan pilihan sarapan anak-anak. Menurutnya, seringkali anak-anak mengonsumsi menu sarapan yang kurang tepat, seperti sereal, roti, dan susu, yang dapat mengandung kadar gula yang lebih tinggi dari yang seharusnya. Dengan edukasi yang tepat dan kebiasaan yang baik, diharapkan para orang tua dapat membantu anak-anak mereka untuk menjalani pola makan yang lebih sehat dan seimbang. ANTARA