BORNEONEWS, Palangka Raya - Sepanjang Januari hingga September 2024, Kota Palangka Raya telah dilanda 97 kali kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Data ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya Heri Fauzi.
"Berdasarkan data yang kami himpun, tercatat 97 kali karhutla terjadi di Kota Palangka Raya selama periode Januari hingga September 2024," ungkap Heri.
Dari 97 kejadian karhutla tersebut, wilayah Kecamatan Jekan Raya menjadi yang paling banyak terdampak dengan total 67 kejadian.
Disusul Kecamatan Pahandut dengan 9 kejadian, Kecamatan Sebangau dengan 18 kejadian, Kecamatan Bukit Batu dengan 3 kejadian, dan Kecamatan Rakumpit tidak tercatat adanya kejadian karhutla.
"Luas lahan yang terbakar akibat karhutla tersebut mencapai 30,81 hektar," tambah Heri.
--page
Heri menjelaskan bahwa karhutla di Kota Palangka Raya umumnya disebabkan oleh faktor manusia, seperti pembakaran lahan yang diduga secara sengaja, pembakaran sampah, dan kelalaian dalam penggunaan api.
"Kami terus mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati dalam menggunakan api. Jangan membakar lahan sembarangan dan selalu pastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi," pesan Heri. (PATHUR/H)









