**Borneonews - Kupang**, Kantor Imigrasi Atambua yang berlokasi di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah menambah lima konter pelayanan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Mota Ain. Penambahan ini ditujukan untuk melayani sekitar 1.000 peziarah yang akan melintasi perbatasan guna menghadiri Misa Suci yang dipimpin oleh Paus Fransiskus di Dili, Timor Leste, pada 10 September mendatang.
Kepala Kantor Imigrasi Atambua, Indra Maulana Dimyati, menyatakan bahwa sebelumnya hanya terdapat tiga konter pelayanan. Dengan penambahan tersebut, total konter pelayanan yang tersedia kini berjumlah delapan. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesiapan Kantor Imigrasi Atambua dalam menyambut para peziarah yang diperkirakan akan mulai berdatangan pada 9 hingga 10 September 2024.
Indra menjelaskan bahwa tiga dari lima konter tambahan akan ditempatkan di gedung PLBN Mota Ain untuk memproses pemeriksaan penumpang. Sedangkan dua konter lainnya akan disiapkan di jalur tol di luar gedung untuk melakukan pemeriksaan terhadap sopir kendaraan yang membawa peziarah.
Seluruh konter tambahan ini, lanjut Indra, menggunakan *mobile unit BCM* yang dimiliki oleh Kantor Imigrasi Atambua. Untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan jaringan selama pelayanan, pihaknya juga telah melakukan langkah-langkah mitigasi risiko. Salah satu upaya tersebut adalah menjalin komunikasi yang aktif dengan pihak administrator PLBN Mota Ain untuk memastikan ketersediaan jaringan internet.
Selain itu, penyesuaian *layout* area imigrasi juga akan dilakukan untuk meningkatkan jaringan komunikasi dan memanfaatkan semua fasilitas yang tersedia di PLBN guna mendukung kelancaran pelayanan.
Kantor Imigrasi Atambua juga berencana menyiagakan tambahan petugas. Sebanyak 80 orang petugas imigrasi dari pos imigrasi lainnya akan diperbantukan untuk melakukan pemeriksaan keimigrasian di PLBN Mota Ain selama periode 6 hingga 12 September 2024.
Dari pihak Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) NTT, Kepala Bidang Perizinan dan Informasi Keimigrasian, Ferdi Maulana, mengungkapkan bahwa mereka telah melakukan koordinasi dan kerja sama dengan berbagai instansi dan lembaga, baik di tingkat daerah NTT maupun instansi pemerintah terkait di Timor Leste. Kerja sama ini bertujuan untuk menyukseskan kegiatan kunjungan Paus Fransiskus di Timor Leste dengan cara yang terorganisir dan terkoordinasi.
Ferdi juga menambahkan bahwa berbagai isu terkini, termasuk potensi gangguan dan ancaman, telah dibahas. Berbagai langkah mitigasi untuk mengatasi risiko yang mungkin muncul telah dilakukan.
Vikaris Jenderal Keuskupan Atambua, Pater Vincentius Wun, SVD, melaporkan bahwa jumlah rombongan peziarah yang terdaftar dari Keuskupan Atambua mencapai 596 orang, sementara dari Keuskupan Agung Kupang berjumlah 201 orang. Rombongan ini direncanakan untuk berangkat ke Timor Leste secara bersamaan pada 9 September. Pater Vincentius berharap kegiatan kunjungan bersejarah ini dapat berjalan dengan baik dan mengimbau para peziarah agar mempersiapkan diri dengan hati yang damai serta niat yang baik untuk mematuhi peraturan yang berlaku di kedua negara.
ANTARA
Imigrasi Atambua Siapkan Lima Konter untuk Layani Peziarah
Bagikan:

KUPANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Waka KPK Usulkan Kewenangan Rampas Aset Pejabat Tak Tercantum di LHKPN
Pelatih Interim Arema: Kemenangan atas Dewa karena Maksimalnya Taktik
2 Gol Injury Time Bawa Inter Milan Comeback 2-1 atas Fiorentina
Timnas Indonesia U15 Telan Kekalahan 0-3 dari Wales
Adam Alis Cetak Gol Penentu Kemenangan Persib atas Garudayaksa 2-1
Hujan Perdana Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang
Komentar (0)
Memuat komentar…






