BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Pangkalpinang**, Polda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menginformasikan bahwa terdapat sebelas tempat pemungutan suara (TPS) dalam kategori sangat rawan menjelang pelaksanaan Pilkada 2024. Hal ini mengharuskan pihak kepolisian untuk melakukan pengamanan yang lebih ketat guna memastikan proses demokrasi berjalan dengan aman dan lancar. Kombes Pol Muhamad Erwin selaku Kepala Biro Operasi Polda Babel menjelaskan bahwa pemetaan kerawanan di TPS telah dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Ia menyampaikan, "Kami telah memetakan TPS ini agar pemilihan kepala daerah nanti berlangsung aman, tertib, dan menyenangkan." Secara keseluruhan, Provinsi Kepulauan Babel akan mengadakan Pilkada Serentak di 2.197 TPS. Polda telah mengelompokkan tingkat kerawanan TPS dengan kategori sebagai berikut: delapan TPS khusus, sebelas TPS sangat rawan, seratus TPS rawan, dan 1.793 TPS dalam kategori kurang rawan. Sebelas TPS yang masuk dalam kategori sangat rawan tersebar di beberapa Kabupaten. Di Kabupaten Bangka terdapat tiga TPS, di Bangka Tengah juga tiga TPS, dua TPS di Bangka Barat, dan tiga TPS lainnya terdapat di Belitung. Lebih lanjut, Kombes Erwin mengungkapkan bahwa Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kepulauan Babel pada tahun 2024 telah ditetapkan oleh KPU setempat, mencakup 1.086.668 orang. Dari jumlah tersebut, terdiri atas 533.400 pemilih laki-laki dan 553.428 pemilih perempuan, yang tersebar di beberapa wilayah seperti Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Barat, Bangka Selatan, serta Belitung dan Belitung Timur. Dalam rangka pengawasan dan keamanan selama tahapan Pilkada, Polda Babel telah membentuk pos pengamanan di setiap Kabupaten dan Kota. "Kami sudah menyiapkan 3.127 personel dari Polda dan Polres se-Kepulauan Bangka Belitung untuk menjaga situasi tetap kondusif," tambahnya. Pihak Polda juga melibatkan unsur TNI, Polri dan semua mitra keamanan masyarakat yang dibutuhkan untuk menjaga kelancaran proses demokrasi di wilayah ini. ANTARA