BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Sebuah jukung atau perahu air tanpa mesin dikabarkan tenggelam di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas, tepatnya di Desa Dadahup (komplek pasar Selasa), Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, pada Minggu, 8 September 2024, sekitar pukul 04:30 WIB.
Jukung tersebut ditumpangi pasangan suami istri (Pasutri), Riyaman (46) dan Tati Rofiyatun (35) warga setempat yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang sayur.
Berdasarkan laporan awal yang diterima Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kapuas pada pukul 05:57 WIB, perahu yang mereka gunakan tenggelam saat menyeberangi sungai menuju Desa Sumber Alaska.
Dalam insiden tersebut, sang istri, Tati Rofiyatun dapat menyelamatkan diri, namun nahas suaminya, Riyaman, hingga kini masih dinyatakan hilang.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kapuas, Ahmad M. Saribi, menjelaskan bahwa setelah menerima laporan kecelakaan, BPBD Kapuas segera berkoordinasi dengan pihak desa, Koramil, dan Polsek setempat untuk melakukan upaya pencarian.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Kapuas dikerahkan menuju lokasi kejadian untuk membantu proses pencarian korban.
Selain itu, masyarakat, relawan, dan aparat setempat turut berperan dalam pencarian ini.
“Kami langsung bergerak setelah mendapatkan laporan. Tim gabungan saat ini tengah melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi tenggelamnya perahu,” kata Ahmad M. Saribi.
Hingga saat ini, pencarian masih berlangsung di sekitar lokasi titik tenggelam. (DODI/H)









