BORNEONEWS,Sukamara – Upaya antisipasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sukamara, bupati meminta kepada satuan kerja perangkat daerah dan seluruh unsur beserta jajaran yang terkait agar melakukan pengawasan, pengendalian, dan pembinaan kepada seluruh masyarakat.

Ahmad Dirman mengatakan, dengan adanya pengawasan, pengendalian, dan pembinaan kepada seluruh masyarakat, diharapkan tidak ada warga yang melakukan pembakaran lahan dan hutan dalam .

“Serta tegakkan aturan yang berlaku bagi siapapun yang melakukan pelanggaran.” Kata Bupati Sukamara Ahmad Dirman,  Jumat (22/7/2016).

Menurutnya, agar bencana karhutla tidak terjadi di Kabupaten Sukamara seperti pada 2015, maka perlu adanya persiapan yang serius mengingat pada Juli ini sudah ditemukan titik api (hotspot) di wilayah Kalimantan Tengah.

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sukamara untuk tidak membakar hutan atau lahan  saat musim kemarau yang diperkirakan akan mulai bulan ini,” pinta Dirman.

Ia juga menekankan agar tidak membakar lahan untuk alasan apapun,  jika kebakaran lahan terjadi, maka semua akan terkena dampak langsung baik itu dari segi kesehatan maupun rusaknya ekosistem alam.

“Saya terus ingatkan untuk tidak membakar lahan, kita ingat kejadian pembakaran lahan yang terus terjadi setiap tahun dan yang terparah ditahun lalu, jangan sampai itu terulang kembali, mari sama-sama untuk menjaga agar tidak terjadi lagi kebakaran hutan dan lahan,” jelas Dirman

Dirman mengharapkan tidak lagi ada masyarakat membuka lahan dengan cara membakar lahan, sehingga masyarakat yang tidak tahu hukum dan membakar lahan tidak akan tersandung hukum lantaran perbuatannya itu. (NORHASANAH/m)