MAKASSAR –
**Borneonews - Mamuju**, Program penanaman pohon mangrove yang digalakkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mendapatkan dukungan yang kuat dari para pengelola destinasi wisata di Kabupaten Mamuju. Dukungan ini dianggap penting dan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi industri pariwisata daerah setempat. Penjabat Gubernur Sulawesi Barat, Bahtiar Baharuddin, menyampaikan bahwa para pengelola wisata menyambut positif inisiatif pemerintah dalam menanam mangrove di sepanjang pesisir Mamuju. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya akan memberikan keuntungan bagi pengelola wisata, tetapi juga akan memperkaya potensi wisata yang ada di daerah tersebut. Lebih lanjut, Bahtiar menegaskan bahwa Pemprov Sulbar berencana untuk menanam sebanyak 120 ribu bibit mangrove selama satu minggu dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-20 Provinsi Sulbar. Kegiatan ini direncanakan akan dilaksanakan di seluruh wilayah sepanjang pantai Sulawesi Barat, yang memiliki panjang sekitar 700 kilometer. Selain berfungsi sebagai tindakan konservasi, penanaman mangrove tersebut bertujuan untuk menjaga keberlangsungan biota laut yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat setempat. Selain itu, upaya ini diharapkan dapat membantu melestarikan lingkungan pesisir dan menurunkan emisi karbon yang semakin meningkat. Bahtiar juga menekankan bahwa penanaman mangrove merupakan langkah penting yang direkomendasikan oleh dunia dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan pemanasan global. Oleh karena itu, inisiatif penanaman mangrove di Sulawesi Barat menjadi bagian dari usaha global untuk mengatasi kerusakan lingkungan. Munajib, seorang pengelola Wisata Mangrove di Kelurahan Bebanga, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, mengungkapkan rasa syukur kepada Pemprov Sulbar atas perhatian yang diberikan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ia menjelaskan bahwa program penanaman mangrove ini akan memberikan kehidupan baru bagi destinasi wisata mangrove yang ada. Munajib menambahkan bahwa pengelola wisata siap untuk berkontribusi dalam proses penanaman dan juga dalam upaya pelestarian mangrove di masa depan, karena hal ini diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar. Kegiatan tersebut dipandang sebagai langkah yang tepat untuk memperkuat ekonomi lokal sambil sekaligus menjaga lingkungan. ANTARA