JAKARTA –
**Borneonews - Banda Aceh**, Lifter asal Aceh, Dimas Setiya Darma, telah berhasil menyumbangkan medali emas ketiga untuk kontingen Aceh dalam cabang olahraga angkat besi pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumatera Utara 2024. Pencapaian tersebut diraih oleh Dimas di kelas putra 102 kilogram pada hari Minggu di GOR Seramoe, Banda Aceh. Dalam kompetisi tersebut, Dimas menunjukkan performa yang sangat mengesankan dengan total angkatan mencapai 325 kilogram. Keberhasilannya ini juga membuatnya memecahkan rekor nasional yang sebelumnya dipegang oleh Iqbal Tawakal dengan total angkatan 314 kilogram. Sebelumnya, dua lifter putra lainnya dari Aceh, yaitu Muhammad Zul Ilmi di kelas 96 kilogram dan Bambang Wijaya di kelas 81 kilogram, juga telah merebut medali emas untuk tuan rumah. Prestasi tersebut menambah koleksi medali emas Aceh di PON kali ini. Dimas berhasil mencatatkan dua keberhasilan pada angkatan *snatch*. Pada percobaan pertama, ia berhasil mengangkat beban 142 kilogram, dan pada percobaan kedua, ia berhasil mengangkat 144 kilogram. Angkatan *snatch* 144 kilogram yang dilakukannya pun memecahkan rekor nasional sebelumnya. Namun, pada angkatan *clean and jerk*, Dimas mengalami kegagalan dalam dua percobaan awal ketika mencoba mengangkat beban 177 kilogram dan 180 kilogram. Meskipun demikian, pada percobaan terakhir, ia berhasil mengangkat beban 181 kilogram. Medali perak dari kelas 102 kilogram putra berhasil diraih oleh lifter asal Jawa Tengah, Henokh Aldi Saputra, dengan total angkatan 323 kilogram. Henokh mencatatkan angkatan *snatch* terbaik yakni 143 kilogram dan angkatan *clean and jerk* terbaik sebesar 180 kilogram. Di posisi ketiga, lifter asal Lampung, Roy Samsul Bahri, meraih medali perunggu dengan total angkatan 313 kilogram, dengan catatan terbaik 138 kilogram pada *snatch* dan 175 kilogram pada *clean and jerk*. Pertandingan di kelas 102 kilogram putra ini diikuti oleh total delapan peserta. Selain Dimas, Henokh, dan Roy, terdapat juga peserta lain seperti Erwin Daryanto dari Kalimantan Timur, Dimas Prastiyo asal Sumatera Utara, Muhammad Guntur dari Kalimantan Selatan, serta Boy Sandika Agung Suhartono dari Banten. Keberhasilan ini menandai momen penting bagi Dimas dan kontingen Aceh dalam ajang olahraga terbesar di tanah air. ANTARA