BORNEONEWS, Sampit - Dengan banyaknya penerbangan yang melayani rute dari Sampit ke Pulau jawa maupun Jakarta, membuat sejumlah pemudik memilih jalur tersebut. Bahkan pada arus balik kali ini, setidaknya sudah 9.000 lebih penumpang yang turun di Bandar Udara H Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Hal tersebut disampaikan Teknik Operasional Keamanan dan Pelayanan Bandar H Asan Sampit Charles Malaikosa, yang untuk arus balik melalui jalur udara cukup banyak, bahkan meningkat dibandingkan pada tahun lalu.
“Untuk tahun ini setidaknya ada 9.314 orang penumpang yang turun, hal itu lebih tinggi disbanding tahun lalu yang hanya 7.438 orang penumpang,” ujar Charles, Jumat (22/7/2016).
Banyaknya penumpang yang turun tersebut, tidak lain karena bertambahnya jumlah penerbangan di Bandara H Asan. Bahkan masuknya maskapai penerbangan Sriwijaya Airlines sejak (2/7/2016) kemaren juga menjadi salah satu pilihan masyarakat yang hendak ke Kota Sampit.
Charles juga menjelaskan, saat ini di Bandara H Asan sedikitnya ada tujuh penerbangan dalam sehari. Namun bisa juga delapan hingga sembilan penerbangan dalam sehari. Dengan tujuan Jakarta, Semarang, Surabaya. Banjarmasin, Pangkalanbun, Palangka Raya, dan juga Pontianak.
Untuk arus mudik tahun 2016 ini mencapai 11.042 orang, hal itu meningkat jauh dibanding tahun lalu yang hanya 10.000 orang. Sedangkan arus mudik yang terjadi di Bandara H Asan dimuali sejak H-11 sebelum lebaran hingga H+3. Sementara untuk arus balik dimulai sejak H+3 hingga H+11.
“Tidak ada tambahan penerbangan pada tahun ini, baik itu saat arus mudik maupun arus balik,” ungkap Charles. (M HAMIM/m)
Arus Balik Lewat Jalur Udara Capai 9.000 Lebih di Sampit
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







