BORNOENEWS, Pangkalan Bun - Paska lebaran, harga sejumlah bahan kebutuhan pokok seperti daging ayam dan cabai masih tinggi. Pedagang mengeluh, semakin lama stok barang habis, biaya tambahan bagi pedagang akan semakin membengkak.
Seorang pedagang ayam di Pasar Tembaga Indah, Ita Lestari mengatakan, harga daging ayam yang ia jual masih Rp38 ribu per kilogram atau masih sama dengan saat lebaran, beberapa waktu lalu.
"Biasanya sehari bisa jual 100 ekor, sekarang maksimal hanya 40 ekor," katanya, Jumat (22/7/2016).
Untuk mengawetkan sisa stok dagangan, ia terpaksa harus membeli es batu sebanyak 50 buah seharga Rp50 ribu untuk mendinginkan ayam-ayam tak tersebut agar tidak membusuk.
Senada diungkapkan seorang pedagang cabai di pasar itu, Supartiani. Sejak kenaikan harga cabai menjelang lebaran, sampai saat ini belum ada tanda-tanda penurunan. Bahkan, harga cabai di tingkat pedagang pasar terus mengalami kenaikan. Tingginya harga cabai disinyalir karena pasokan barang terbatas.
"Pas Lebaran harganya masih Rp50 ribu per kilogram, sekarang naik jadi Rp90 per kilogram," ungkapnya.
Menanggapi kondisi ini, Kabid Usaha Perdagangan Disperindag Kotawaringin Lama Eko Lusino mengatakan, harga yang ia peroleh dari hasil pengecekan pasar yang dilakukan oleh Disperindag berbeda dengan pernyataan dari sejumlah pedagang.
"Memang seminggu yang lalu harga daging ayam Rp38 ribu per kilogram, tapi sekarang turun menjadi Rp30 ribu per kilogram," ucapnya.
Terkait keluhan para pedagang, ia mengaku tidak dapat berbuat apa-apa karena kenaikan harga bahan sembako tersebut terjadi di tingkat pemasok. Namun demikian, ia yakin harga akan berangsur turun seiring normalnya pasokan bahan sembako dari pulau Jawa. (UD/m)








