JAKARTA –
**Borneonews - Medan**, Cabang olahraga binaraga akan memulai kompetisi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) yang diselenggarakan di Aceh dan Sumatera Utara pada tanggal 10 dan 11 September 2024. Dalam pertandingan ini, akan ada 11 medali yang diperebutkan oleh para atlet. Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Perkumpulan Binaraga Fitness Indonesia (PBFI), Irwan Alwi, menjelaskan bahwa event binaraga akan berlangsung di Hotel Four Point. Ia mencatat bahwa berbagai persiapan telah dilakukan menjelang pelaksanaan kompetisi ini. Irwan mengungkapkan bahwa cabang olahraga binaraga akan mempertandingkan dua kategori utama, yaitu *fitness* dan binaraga. Kategori *fitness* dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 10 September, dengan tiga medali yang akan diperebutkan. Sementara itu, kategori binaraga akan hadir pada Rabu, 11 September, dengan delapan medali dalam arena persaingan. Seluruh peserta PON yang telah lolos kualifikasi, kecuali satu provinsi, telah dinyatakan hadir. Provinsi yang dimaksud adalah Papua Selatan, yang telah diberikan *wild card* karena tidak mengirimkan atlet untuk berpartisipasi. Menjelang perlombaan yang tinggal dua hari lagi, panitia pertandingan terus melakukan persiapan yang teliti. Pada hari Minggu, seluruh perwakilan daerah diwajibkan mengikuti pertemuan teknis serta penimbangan berat badan atlet untuk memastikan kesiapan para peserta. Irwan mengimbau kepada semua atlet binaraga untuk memberikan penampilan terbaik, mengingat mereka tidak hanya membawa nama daerah masing-masing, tetapi juga berpeluang untuk terlibat dalam berbagai kejuaraan internasional. Ia menambahkan, prestasi mereka di PON akan membuka peluang mengikuti event-event besar seperti SEA Games dan ASEAN Games, yang mana cabang olahraga binaraga telah berulang kali membawa nama baik Indonesia di pentas internasional. Sementara itu, Wakil Ketua Umum PP PBFI, Herri Zulkarnain, menyatakan bahwa ajang PON di Aceh-Sumut ini akan diikuti oleh 74 atlet, dengan distribusi kekuatan atlet yang cukup merata di masing-masing provinsi. Ia juga menekankan pentingnya sikap sportif dari semua atlet dan ofisial, serta memastikan tidak ada yang terlibat dalam penggunaan obat terlarang (*doping*). Herri menambahkan bahwa semua atlet menunjukkan kekuatan yang signifikan, berkat persiapan yang matang dari masing-masing provinsi. Namun, semua itu akan terlihat jelas saat mereka berkompetisi pada tanggal 10 dan 11 September mendatang. ANTARA